fbpx

Milad ke-5 Fusi Foundation, Wakaf Diharapkan Jadi Cara Mencapai Kemandirian Ekonomi Ummat

BEKASIMEDIA.COM – Sabtu, 21 Desember 2019, Indonesia menjadi tuan rumah dari tamu asal Thailand, Prof. Dr. Sukree Langputeh, Deputi Rektor untuk Hubungan Internasional dan Alumni Fatoni University, dalam acara Milad ke-5 Fusi Foundation. Prof Dr. Sukree berpesan untuk aktivis wakaf Indonesia maupun dunia untuk menjadikan wakaf sebagai salah satu cara agar kaum muslimin dapat mencapai kemandirian ekonomi.

Andre Rahadian, ketua ILUNI UI 2019-2023 juga berkomentar, “Potensi umat dan kesadaran wakaf masih sangat bisa ditingkatkan. Pengembangan wakaf, terutama wakaf produktif sangat tepat dikembangkan saat ini. FF sebagai organisasi alumni bisa jadi motor penggerak. ILUNI UI siap berkolaborasi dalam implementasinya. Kami juga siap bekerja sama dalam penyiapan aturan dan mekanisme, termasuk pembentukan FGD yang melibatkan lebih banyak lagi stakeholder.”

Berkaca dari perjalanan Fatoni University, sebuah universitas di daerah Pattani, yang merupakan daerah bagi kaum minoritas muslim di Thailand, saat ini sudah mampu mengembangkan kampusnya dari kampus kecil dengan mahasiswa berjumlah 100 orang menjadi 4000 mahasiswa yang berasal dari 30 negara berbeda. Ia juga berhasil menarik nadzir dari Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait untuk turut berwakaf untuk pembangunan kampusnya yang ketiga yaitu kampus Madinatussalam yang merupakan kawasan integrasi berisi Islamic Center, desa-desa, juga rumah sakit. Semua ini dengan semangat membuat landmark kebanggaan bagi kaum muslimin di Thailand saat ini.

Dalam Milad Fusi Foundation yang ke-5 ini, tema yang diangkat adalah Fusing Power and Wakafpreneur. Hal itu disebabkan melihat potensi besar Indonesia sebagai tuan rumah muslim terbanyak di dunia. Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si., anggota Divisi Kelembagaan, Tata Kelola, dan Advokasi, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyampaikan bahwa baru 255 milyar rupiah dana wakaf yang dikelola dari 77 trilyun rupiah potensinya di Indonesia, menunjukkan perlunya manajemen wakaf yang baik.
“Pertemuan antara dua hal yang berbeda itu menghasilkan sesuatu yang baik. Mislanya cahaya/listrik, itu pertemuan antara kutub positif dan negatif. Pertemuan antara darah dan kotoran yang menjadi susu. Nah, pertemuan antara bisnis dan sosial itulah wakaf. Itu sebabnya perlu ada manajemen yang baik, begitu juga dengan orangnya yang baik, yang dekat dengan Tuhan.”

Selain memperingati tahun kelima dari Fusi Foundation, acara yang bertempat di Auditorium Mochtar Riady Plaza Quantum FTUI, Kampus Depok, menjadi wadah pencerdasan mengenai wakaf di masyarakat khususnya di kampus. “Ada baiknya pengenalan mengenai wakaf dimulai dari kampus. Kampus menjadi tempat untuk mengenalkan dan pembinaan wakaf” ungkap Afdhal Aliasar pada saat talkshow. Dalam acara ini, terdapat dua sesi talkshow yang bertemakan wakafpreneur.

Sesi pertama dengan topik Waqf Transformation Best Practice for Public Welfare menghadirkan Ir. Iwan Agustiawan Fuad dan Prof. Dr. Sukree Langputeh sedangkan sesi kedua bertopik Milestone Wakafpreneur dalam Memajukan Indonesia menghadirkan founder and Presiden Direktur of PT. Parfum Gwe International yaitu Tubagus Wijaya dan Afdhal Aliasar, Direktur Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah & Industri Halal, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Selain itu dalam acara ini Fusi Foundation memberikan apresiasi kepada alumni UI dan Teknik UI yang berkontribusi melalui prestasi dan kepemimpinannya dalam dua kategori yaitu Lifetime Achievement Award dan Leadership Award.

%d blogger menyukai ini: