BEKASIMEDIA.COM – Dunia terguncang! Selasa (3/8/2020) kemarin terjadi ledakan besar di Kota Pelabuhan Beirut Lebanon.
Laporan sementara menyebutkan korban ledakan besar ini puluhan orang meninggal dunia.
“Ledakan hebat mengguncang ibu kota Lebanon, Beirut, hari Selasa (04/08), menyebabkan paling tidak 73 orang meninggal dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka,” kata Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hasan dikutip dari BBC News.
Jurnalis Lebanon Luna Safwan menyebutkan ledakan besar ini adalah terbesar dan paling menghancurkan sepanjang sejarah Lebanon.
“Saya ingat peristiwa pembunuhan Perdana Menteri Rafik Hariri di Beirut, saya juga masih ingat perang di Lebanon tahun 2006. Yang terjadi saat ini lebih mengerikan,” katanya.
Pernyataan sementara menyebutkan ledakan ini terjadi karena bahan peledak berdaya ledak tinggi.
“Apa yang terjadi [di Beirut] bukanlah ledakan kembang api, tetapi berasal dari bahan peledak (Natrium Nitrat) berdaya ledak tinggi hasil sitaan selama berbulan-bulan yang lalu dan seharusnya sudah dimusnahkan,” ungkap Direktur Jenderal Keamanan Publik Lebanon Jenderal Ibrahim.
Warganet bersimpati atas peristiwa ini dengan menaikkan taggar #BeirutBlast dan #PrayForLebanon (eas)