BEKASIMEDIA.COM – Rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi hingga saat ini masih berlangsung. Proses berjalan terus dengan perolehan selisih suara yang cukup tipis antara paslon 1 (Heri Sholihin) dan 3 (Tri-Bobihoe) yakni tidak sampai 1%. Dalam Hal ini, kerja keras Bawaslu dibutuhkan untuk mengawal proses tersebut. Namun, di tengah kondisi tersebut, justru Kepala Sekretariat Bawaslu pergi Umroh.
“sungguh disayangkan Kepala Sekretariat Bawaslu yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pengawasan malah sudah berangkat Umroh, kenapa harus sekarang? Setahu saya ibadah Umroh bisa dijalankan kapanpun, berangkat Umroh ketika amanah belum selesai sama dengan berusaha lari dari tanggung jawab.” Ucap Rahmad Dani, Ketua Umum KAMMI Kota Bekasi (Rabu, 4/12/2024)
Keberangkatan Kepala Sekretariat Bawaslu diduga seusai proses pengadaan perlengkapan PTPS Se-Kota Bekasi. Dan ini sedikit menimbulkan kecurigaan.
“Saya rasa siapapun pasti curiga dengan keberangkatan Umroh Kepala Sekretariat Bawaslu karena pertama dilakukan di momen krusial kedua diduga berangkat setelah proses pengadaan perlengkapan PTPS Se-Kota Bekasi apalagi beliau pernah punya catatan kejanggalan dalam pengadaan komputer zombie di Bawaslu Kota Bekasi tahun 2023 yang kasusnya tidak jelas hilang kemana.” Ucap Dani.
Wakil Sekretaris KNPI Kota Bekasi Bidang Penelitian dan Pengembangan mengetahui ada beberapa vendor dan narasumber dalam kegiatan beberapa Panwascam Se-Kota Bekasi yang belum dibayarkan.
“Apalagi Saya pun tahu betul ada beberapa kegiatan Panwascam yang vendor dan narasumbernya belum dibayarkan padahal laporannya sudah di kirim ke Bawaslu Kota Bekasi, kenapa tidak dituntaskan dulu dan terburu-buru berangkat Umroh kan kita ga tau vendor dan Narasumber membutuhkan haknya” Kata Dani
Di akhir atas kejadian ini Dani meminta kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana anggaran Bawaslu. ****