BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 30 Apr 2024 12:14 WIB ·

Kunjungi DIY, DPR Berharap Kesenjangan Ekonomi di Yogyakarta Dapat Dikurangi


 Kunjungi DIY, DPR Berharap Kesenjangan Ekonomi di Yogyakarta Dapat Dikurangi Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Senin, (29/4/2024) Komisi XI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023–2024 ke Yogyakarta dengan dua mitra kerja, yaitu Bank Indonesia dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kunjungan kerja dimaksudkan untuk mengetahui gambaran kinerja wilayah pada tugas yang diemban mitra kerja DPR pada Provinsi Yogyakarta. Turut hadir dalam kegiatan ini, Anis Byarwati, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS.

Anis menyoroti tentang ketimpangan antar wilayah. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS, DIY menempati ketimpangan ekonomi tertinggi se-Indonesia dengan angka 0,439. Diantara faktor yang memungkinkan DIY memiliki ketimpangan yang sangat tinggi, salah satunya dipaparkan tentang kontribusi terkait dengan perguruan tinggi.

DIY merupakan salah satu provinsi favorit untuk pendidikan tinggi. Banyak mahasiswa yang mungkin pendatang melanjutkan pendidikan di DIY kemudian mempengaruhi struktur ekonomi di DIY. Kondisi ini menjadi tugas dan perhatian bersama seluruh Kementerian Lembaga terkait untuk memperbaikinya.

“Kita perlu memiliki Solusi yang konkrit. Bagaimana sinergi antara Bank Indonesia dengan pemerintah provinsi DIY. Dan apa strategi yang akan diterapkan untuk menurunkan ketimpangan yang ada,” tuturnya.

Selain itu, wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini mengamati tentang konsumsi rumah tangga dengan angka 61,90% yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat DIY cukup baik.

“Berarti konsumsi rumah tangganya masih kuat dan ekonomi Jogja ditumpu oleh faktor domestik,” kata Anis.

Jika angka eksport hanya 5,14% dengan inflasi yang tinggi, nilai tukar itu tidak terlalu menghantam Masyarakat. Sehingga konsumsi rumah tangga tetap bisa bertahan dan masih menyumbang sangat tinggi untuk pertumbuhan ekonomi DIY.

Terakhir, legislator perempuan PKS ini memberikan apresiasi kepada BI yang telah berperan dalam membantu meningkatkan industri pengolahan di daerah sehingga masing-masing kabupaten memiliki komoditas unggulan masing-masing.

Anis berpesan agar BI terus memperdalam perannya sehingga tantangan dan penanganannya dapat terumuskan dengan baik. “Semoga tantangan yang disampaikan sudah memiliki penanganannya. Termasuk solusi untuk rantai distribusi bahan makanan pokok terutama beras dan minyak goreng yang panjang, yang sangat berpengaruh terhadap harga,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Peduli Autisme, PT Perusahaan Pengelola Aset Bersinergi dengan Cagar Foundation dalam Program Ramadan

22 Maret 2025 - 23:31 WIB

Pemkot Bekasi Fokus Bersihkan Sisa Lumpur dan Distribusikan Bantuan Pasca Banjir

11 Maret 2025 - 11:41 WIB

Soal Kenaikan Tarif PDAM, Legislator PKS Harap Wali Kota Bekasi Bisa Merasakan Keresahan Masyarakat

4 Maret 2025 - 04:48 WIB

Soal Tarif Baru PDAM Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut Penyesuaian Bukan Kenaikan

3 Maret 2025 - 22:55 WIB

Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Lussi Warga Perumahan Griya Husada Asri Ngadu ke Presiden

22 Februari 2025 - 17:48 WIB

Pj. Wali Kota Bekasi Berikan Salam Perpisahan ke ASN Pemkot Bekasi

18 Februari 2025 - 19:18 WIB

Trending di Berita Terbaru