BEKASIMEDIA.COM – Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni meminta agar semua partai politik peserta pemilu untuk sama-sama memaksimalkan potensi. Jangan lagi memposisikan calon legislatif (Caleg) perempuan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen.
“Saat ini tentunya kita sama-sama hanya bisa memaksimalkan potensi yang ada. Karena apa yang ada hari ini adalah akumulasi kerja-kerja kita sebelumnya. Terkadang bacaleg perempuan hanya diposisikan sebagai pemenuh kuota,” ujarnya kepada bekasimedia.com melalui pesan singkat, Rabu (15/2/2023).
Menurutnya, ada baiknya mengubah pola. Lebih serius memperjuangkan keterwakilan perempuan. “Sehingga ke depan, ada multiple effect yang terjadi dalam kaderisasi politisi perempuan di masing-masing partai. Ujungnya, persoalan kurangnya minat perempuan untuk berpolitik dan sulitnya mencari bacaleg perempuan, bisa diminimalisir.”
“Tahapan pendaftaran Caleg itu kan belum mulai. Jadi saya belum bisa mendapatkan informasi apakah memang jumlah caleg perempuan itu kurang atau tidak. Walaupun memang dalam proses pendaftaran caleg, disyaratkan keterpenuhan kuota 30 persen perempuan di setiap dapil,” jelasnya.
“Kalau pada saat ini minat perempuan untuk mendaftarkan diri kepada partai politik sebagai bacaleg, ternyata kurang, bisa banyak hal penyebabnya. Kritik dan evaluasi juga bagi semua pihak. Apakah pendidikan politik yang dilakukan sudah optimal dalam menyampaikan original intent dari Affirmative Action yang dimuat dalam UU maupun regulasi turunannya,” kata Nurul.
Setiap menjelang Pemilu selalu saja muncul masalah yang sama, berarti selama ini masalah itu tidak teratasi dengan baik. Dalam kapasitas sebagai penyelenggara, KPU selalu menyuarakan pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik, namun kami tidak dalam posisi untuk dapat mengaktualkan hal itu. Ada pemeran lain yang lebih relevan untuk mengaktualisasikan keterwakilan perempuan dalam politik
Kurangnya minat perempuan untuk menjadi caleg saat ini dialami banyak partai politik. Kesulitan dalam penjaringan caleg perempuan memiliki kendala dan latarbalakang yang beragam. (Denis)