BEKASIMEDIA.COM

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Berita Terbaru · 2 Agu 2019 08:03 WIB ·

Berefek Negatif, TK Ini Larang Muridnya Pakai Smart Watch ke Sekolah


 Berefek Negatif, TK Ini Larang Muridnya Pakai Smart Watch ke Sekolah Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Sekolah sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) di Bekasi Barat resah dengan perilaku peserta didik di tahun ajaran baru 2019-2020 ini. Ada penampilan berbeda dari anak-anak usia 4 hingga 6 tahun itu. Beberapa anak ada yang dilengkapi orangtuanya dengan perangkat elektronik smart watch.

Ternyata penggunaan smart watch pada anak-anak TK ini membawa dampak buruk. Mereka jadi sulit diajak belajar dan berinteraksi dengan guru di kelas dan lebih memilih bermain-main dengan jam tangan pintarnya itu. Yang paling sering dilakukan adalah mencoba fitur kamera.

“Anak-anak jadi sering selfi!”

Karena merasa terganggu dengan kondisi ini, akhirnya pihak sekolah meminta agar para orangtua tidak memakaikan smart watch untuk anak-anaknya saat Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) di TK tersebut.

efek negatif smart watch

Fitur

Dengan menggunakan smart watch yang dilengkapi GPS, orangtua dapat dengan mudah melacak keberadaan anaknya.

Anak-anak juga dapat menghubungi orangtuanya kapan saja dengan panggilan telepon, teks, chat hingga video call.

Namun dibalik kelebihan teknologi itu semua, seperti tadi diterangkan diawal, ternyata penggunaan smart watch pada anak banyak mengandung sisi negatif.

Anak-anak TK belum bisa memilah dan membatasi diri. Mereka belum mengerti skala prioritas dan pembagian waktu.

Eropa Melarang

Dikutip dari Pikiran Rakyat, di Benua Eropa justru penggunaan smart watch untuk anak-anak dilarang. Badan eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa telah memerintahkan penarikan smartwatch anak-anak, seperti diberitakan BBC, 5 Februari 2019. Smartwatch dianggap membiarkan anak-anak terbuka untuk dihubungi dan ditemukan oleh orang-orang yang berniat jahat.

Emak-Emak Pendukung Kebijakan Sekolah

Puspa, salah satu orangtua murid mendukung kebijakan sekolah, “Iya masih TK, awalnya Cuma selfi-selfi, nanti belajar sendiri. Terus main game online nanti. Anak TK gak perlu GPS, kan di sekolah dijagain gurunya. Pulang juga pada dijemput. Malah ada yang ditungguin di sekolah.”

Orangtua lainnya, Rahma, juga menuturkan hal yang sama. Ia berujar anaknya sempat merengek minta dibelikan smart watch karena banyak temannya yang pakai. “Anak saya juga sempat minta cuma diperingatin itu jadi inceran penculik. Apalagi diiklanin gencar di TV jadinya jadi sasaran penjahat,” katanya.

Bagaimana dengan anda, apakah masih ingin membelikan anak smart watch?

 

(eas)

 

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Peduli Autisme, PT Perusahaan Pengelola Aset Bersinergi dengan Cagar Foundation dalam Program Ramadan

22 Maret 2025 - 23:31 WIB

Pemkot Bekasi Fokus Bersihkan Sisa Lumpur dan Distribusikan Bantuan Pasca Banjir

11 Maret 2025 - 11:41 WIB

Soal Kenaikan Tarif PDAM, Legislator PKS Harap Wali Kota Bekasi Bisa Merasakan Keresahan Masyarakat

4 Maret 2025 - 04:48 WIB

Soal Tarif Baru PDAM Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sebut Penyesuaian Bukan Kenaikan

3 Maret 2025 - 22:55 WIB

Sertifikat Rumah Tak Kunjung Terbit, Lussi Warga Perumahan Griya Husada Asri Ngadu ke Presiden

22 Februari 2025 - 17:48 WIB

Pj. Wali Kota Bekasi Berikan Salam Perpisahan ke ASN Pemkot Bekasi

18 Februari 2025 - 19:18 WIB

Trending di Berita Terbaru