BEKASIMEDIA.COM – Kepala Sekolah sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) di Bekasi Barat resah dengan perilaku peserta didik di tahun ajaran baru 2019-2020 ini. Ada penampilan berbeda dari anak-anak usia 4 hingga 6 tahun itu. Beberapa anak ada yang dilengkapi orangtuanya dengan perangkat elektronik smart watch.
Ternyata penggunaan smart watch pada anak-anak TK ini membawa dampak buruk. Mereka jadi sulit diajak belajar dan berinteraksi dengan guru di kelas dan lebih memilih bermain-main dengan jam tangan pintarnya itu. Yang paling sering dilakukan adalah mencoba fitur kamera.
“Anak-anak jadi sering selfi!”
Karena merasa terganggu dengan kondisi ini, akhirnya pihak sekolah meminta agar para orangtua tidak memakaikan smart watch untuk anak-anaknya saat Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) di TK tersebut.
Fitur
Dengan menggunakan smart watch yang dilengkapi GPS, orangtua dapat dengan mudah melacak keberadaan anaknya.
Anak-anak juga dapat menghubungi orangtuanya kapan saja dengan panggilan telepon, teks, chat hingga video call.
Namun dibalik kelebihan teknologi itu semua, seperti tadi diterangkan diawal, ternyata penggunaan smart watch pada anak banyak mengandung sisi negatif.
Anak-anak TK belum bisa memilah dan membatasi diri. Mereka belum mengerti skala prioritas dan pembagian waktu.
Eropa Melarang
Dikutip dari Pikiran Rakyat, di Benua Eropa justru penggunaan smart watch untuk anak-anak dilarang. Badan eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa telah memerintahkan penarikan smartwatch anak-anak, seperti diberitakan BBC, 5 Februari 2019. Smartwatch dianggap membiarkan anak-anak terbuka untuk dihubungi dan ditemukan oleh orang-orang yang berniat jahat.
Emak-Emak Pendukung Kebijakan Sekolah
Puspa, salah satu orangtua murid mendukung kebijakan sekolah, “Iya masih TK, awalnya Cuma selfi-selfi, nanti belajar sendiri. Terus main game online nanti. Anak TK gak perlu GPS, kan di sekolah dijagain gurunya. Pulang juga pada dijemput. Malah ada yang ditungguin di sekolah.”
Orangtua lainnya, Rahma, juga menuturkan hal yang sama. Ia berujar anaknya sempat merengek minta dibelikan smart watch karena banyak temannya yang pakai. “Anak saya juga sempat minta cuma diperingatin itu jadi inceran penculik. Apalagi diiklanin gencar di TV jadinya jadi sasaran penjahat,” katanya.
Bagaimana dengan anda, apakah masih ingin membelikan anak smart watch?
(eas)