BEKASIMEDIA.COM – Hari Santri Nasional yang diperingati tanggal 22 Oktober ini harus tercoreng karena ulah oknum Banser NU yang membakar bendera bertuliskan dua kalimat syahadat. Video oknum Banser itu kini viral dan tersebar luas di media sosial.
Berbagai pihak mengecam kasus ini, seorang kyai pimpinan Ponpes Nurul Huda Malangbong Garut mengatakan bahwa tragedy ini menyakitkan seluruh umat Islam di dunia. Ia menyerukan oknum Banser tersebut segera minta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia.
Belum reda kasus tersebut, kini video lain juga beredar luar. Oknum Banser sweeping bendera Palestina. Dalam keterangan di video yang beredar, Bendera Palestina itu diambil oknum Banser dari santri yang menghadiri acara Lomba Liwet Hari Santri di TAsikmalaya Jawa Barat.
https://youtu.be/io61RSv8aMo
“Setahu saya, yang benci sama Palestina itu Yahudi,” ungkap Zahra Hafiza.
Kejadian ini sangat disayangkan, karena Palestina adalah sahabat terbaik Indonesia. Maka dari itu wajar kiranya, jika banyak generasi muda mencintai negeri itu. Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.
Dalam buku yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc pada halaman 40 itu juga diterangkan bahwa pengakuan Mufti Besar Palestina, Amin Al-Husaini diumumkan melalui Radio Berlin berbahasa Arab. Berita yang disiarkan melalui radio tersebut terus disebarluaskan selama 2 hari berturut-turut. Bahkan buletin harian “Al-Ahram” yang terkenal juga menyiarkan berita itu.
Saat itu, Amin Al-Husaini diketahui tengah bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II. Ulama kharismatik tersebut mengumumkan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia di tengah situasi sulit. Ia diketahui tengah berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina. (eas)