Kota Bekasi hampir setahun terakhir ini memiliki stadion berkelas internasional, tepat di bekas lahan stadion lama, kini berdiri stadion megah Patriot Bekasi. Stadion ini berdiri di atas lahan 40.000 meter persegi.
Stadion ini diproyeksikan akan menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia. Mendapat label stadion bertaraf internasional dan menjadi salah satu yang terbaik diantara 4 stadion baru di Jawa Barat.
Kini Stadion yang telah merampungkan dua tahap pembangunan ini sedang kembali dibangun untuk tahap ketiga. Pada pembangunan tahap ke tiga ini pembangunan akan difokuskan pada pembangunan tribun utara dan selatan, pemasangan kursi seluruh tribun, penyelesaian pembangunan gedung parkir kendaraan bermotor, penataan taman diluar stadion, pemasangan lampu untuk pertandingan malam
hari, dan finalisasi seluruh sarana untuk melengkapi stadion.
Lalu bagaimana dengan tim sepakbola kebanggaan kota ini, Persipasi Kota Bekasi yang kelak akan menjadikan stadion ini sebagai markas ?
Pertengahan April tahun lalu, chief Executive Officer PT
Patriot Indonesia, Muhammad Kartono Yulianto, selaku badan hukum pengelola Persipasi saat itu, membubarkan tim. Imbas dari tidak diijinkannya Persipasi merumput di stadion Patriot.
Walikota Bekasi Rahmat Effendi melarang Persipasi menggunakan stadion, alasan yang diutarakan, terkait Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012. Dalam perda itu disebutkan biaya retribusi Rp 10 juta. “Harga tersebut tidak sesuai dengan kondisi stadion saat ini,” kata Rahmat. “Maka, perlu dilakukan perubahan tarif.” Seperti dikutip dari Tempo (15/04/2014). Alasan lain yang dikemukakan adalah terkait kondisi stadion yang belum 100 % rampung.
Masalah yang menimpa Persipasi ternyata bukan hanya soal ijin penggunaan stadion, manajemen perusahaan yang mengayomi tim masih belum siap bertarung di dunia profesional. Ketiadaan markas memang menjadi salah satu sebab, lalu gaji pemain yang tertunda, dukungan moril yang kurang dan kesulitan mencari sponsor menjadi masalah lain dan menjadi biang keladi anjloknya prestasi tim di divisi utama. Target tinggi yang dikukuhkan manajemen lama untuk membawa Persipasi ke kasta teratasi berakhir kandas. Bukan pula bertahan di divisi utama yang menjadi akhir tetapi lebih dari itu, degradasi ke liga Nusantara untuk musim 2015.
Sudah terdegradasi, kini Persipasi menghadapi masalah yang lebih pelik yaitu dualisme manajemen seperti yang ditulis radar Bekasi pada (29/8/14).
’’PSSI harus bisa mediasi antara eks manajemen dan manajemen baru. Jika diperlukan undang wali kota, supaya persoalan bisa selesai. Persipasi sudah terpuruk, kenapa
sekarang pada saling serang di media soal dana sponsor,” terang Pembina Sekolah Sepakbola (SSB) Buaran Putra, Maksum Affandi kepada Radar Bekasi, pada (29/8/14).
Menghadapi tahun 2015, ketika pada akhirnya nanti, stadion hasil patungan pemkot Bekasi dengan Pemprov Jabar ini ‘layak’ digunakan, akankah masalah yang menimpa Persipasi juga rampung terselesaikan ?
Semoga semua pihak terkait duduk bareng dan berdiri di garis yang sama, menuju Persipasi yang meng-Indonesia. Duhai sayang fasilitas megah jika kelak hanya disewakan ke tetangga sebelah.
Enjang Anwar Sanusi
@enjang_as