502 Bad Gateway


cloudflare
sampah Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/sampah/ Moderat Mencerdaskan Masyarakat Wed, 04 Feb 2026 00:29:49 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.7 https://bekasimedia.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-bekasimedia-512x512-32x32.png sampah Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/sampah/ 32 32 Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional https://bekasimedia.com/2026/02/04/kelola-77-persen-sampah-banyumas-siap-jadi-percontohan-nasional/ https://bekasimedia.com/2026/02/04/kelola-77-persen-sampah-banyumas-siap-jadi-percontohan-nasional/#respond Wed, 04 Feb 2026 00:29:49 +0000 https://bekasimedia.com/?p=56459 BEKASIMEDIA.COM – Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan sedikitnya 10 Refuse Derived Fuel (RDF)...

The post Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Banyumas – Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan sedikitnya 10 Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular.

Hal tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat menghadiri launching RDF dan Recycling Center di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sokaraja Kulon, Selasa (3/2/2026).

Saat ini, Banyumas telah memiliki tiga unit RDF dan Recycling Center, yakni TPST Sokaraja Kulon, TPST Kedungrandu, dan TPS3R Purwanegara. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditambah guna menjawab tantangan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sadewo menjelaskan, pengelolaan persampahan di Kabupaten Banyumas telah menerapkan sistem pemberdayaan masyarakat dan circular economy yang berjalan lebih dari empat tahun. Bahkan, Banyumas sudah tidak lagi mengoperasikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) konvensional.

“Karena tidak lagi menggunakan TPA konvensional, maka pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan dengan pendekatan desentralisasi,” ujar Sadewo.

Dalam sistem tersebut, TPST, TPS3R, dan Recycling Center yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi tulang punggung pengolahan sampah. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam menjaga lingkungan.

“Saat ini di Banyumas terdapat sekitar 45 unit TPST, TPS3R, dan Pusat Daur Ulang (PDU) yang seluruhnya aktif dan melayani masyarakat,” lanjutnya.

Untuk memastikan keberlanjutan sistem, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah membagi peran secara jelas antara regulator dan operator. Pemerintah daerah berperan sebagai penyusun kebijakan, fasilitator, dan pengawas, sementara KSM bertindak sebagai operator pengelolaan sampah di lapangan.

“Dan hari ini, kebijakan tersebut diwujudkan dalam bentuk nyata melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara KSM dengan PT Gibrig Indonesia Bersih, serta pemanfaatan hasil olahan sampah menjadi RDF,” jelas Sadewo.

Ia berharap, launching RDF dan Recycling Center ini dapat memperkuat ekosistem ekonomi sirkular, meningkatkan kemandirian serta kapasitas KSM, sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono yang turut hadir menyatakan optimisme bahwa Banyumas dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah.

“Secara nasional, tingkat pengelolaan sampah mungkin baru sekitar 25 persen, sementara Banyumas mampu mengelola hingga 77 persen. Ini angka yang sangat tinggi,” ujarnya.

Diaz juga mengungkapkan bahwa Banyumas menjadi salah satu kabupaten di Indonesia yang menerima hibah dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) sebesar USD 150.000 hingga USD 194.000 atau sekitar Rp2,4–3,1 miliar pada tahun 2025, untuk mendukung inovasi pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Ini membuktikan bahwa memang ada kerja nyata dari Pak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Banyumas,” pungkasnya.

The post Kelola 77 Persen Sampah, Banyumas Siap Jadi Percontohan Nasional appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2026/02/04/kelola-77-persen-sampah-banyumas-siap-jadi-percontohan-nasional/feed/ 0
Anak-anak Bekasi Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Kreatif https://bekasimedia.com/2025/06/19/anak-anak-bekasi-sulap-sampah-plastik-jadi-karya-kreatif/ https://bekasimedia.com/2025/06/19/anak-anak-bekasi-sulap-sampah-plastik-jadi-karya-kreatif/#respond Thu, 19 Jun 2025 00:05:19 +0000 https://bekasimedia.com/?p=55881 BEKASIMEDIA.COM – Rabu, 4 Juni 2025 — Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di halaman...

The post Anak-anak Bekasi Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Kreatif appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Rabu, 4 Juni 2025 — Suasana ceria dan penuh semangat terlihat di halaman Yayasan Marhamah Robbani, Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Puluhan anak mengikuti kegiatan bertema “Trashformasi: Ubah Sampah, Ubah Dunia”, sebuah program edukasi lingkungan yang mengajak anak-anak mengenal dan mengolah sampah plastik menjadi barang bermanfaat.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah sejak usia dini. Anak-anak diajak mengenal jenis-jenis sampah plastik, cara memilah, serta mengolahnya menjadi kerajinan tangan. Botol bekas, sedotan, dan plastik kemasan disulap menjadi pot tanaman, mainan, dan hiasan gantung berwarna-warni.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu bahwa sampah plastik berbahaya, tapi juga sadar bahwa mereka bisa berperan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna,” ujar Meimei, Koordinator Lingkungan Yayasan Marhamah Robbani.

Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan materi edukasi mengenai dampak jangka panjang sampah plastik terhadap lingkungan. Melalui diskusi interaktif, anak-anak diajak berpikir kritis tentang peran mereka dalam menjaga bumi.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Marhamah Robbani dan tim Trashformasi, yang berkomitmen menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan sampah plastik. Sampah jenis ini membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, sehingga edukasi dini dinilai menjadi langkah strategis.

“Sangat senang dan seru sekali ikut kegiatan ini. Kami jadi tahu tentang bahaya sampah plastik dan cara mendaur ulang botol bekas jadi tanaman hias,” ujar Talita, salah satu peserta dari panti asuhan.

Yayasan berharap, melalui kegiatan seperti Trashformasi, kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan bisa terus tumbuh dan menyebar ke masyarakat luas. Perubahan besar, kata mereka, selalu dimulai dari langkah kecil—termasuk dari botol plastik yang diolah menjadi karya seni oleh tangan-tangan mungil ini.

The post Anak-anak Bekasi Sulap Sampah Plastik Jadi Karya Kreatif appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2025/06/19/anak-anak-bekasi-sulap-sampah-plastik-jadi-karya-kreatif/feed/ 0
DPRD Bekasi Bahas Raperda Sampah, Usulkan Insentif untuk Bank Sampah https://bekasimedia.com/2025/06/12/dprd-bekasi-bahas-raperda-sampah-usulkan-insentif-untuk-bank-sampah/ Thu, 12 Jun 2025 12:01:06 +0000 https://bekasimedia.com/?p=55847 BEKASIMEDIA.COM – DPRD Kota Bekasi tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang...

The post DPRD Bekasi Bahas Raperda Sampah, Usulkan Insentif untuk Bank Sampah appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – DPRD Kota Bekasi tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang diinisiasi oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Salah satu poin penting dalam Raperda ini adalah usulan pemberian insentif kepada pengelola bank sampah sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan limbah secara berkelanjutan.

Ketua Bapemperda, Dariyanto, menyatakan bahwa keberadaan bank sampah selama ini dinilai hanya bersifat seremonial karena minimnya dukungan anggaran dan regulasi dari pemerintah daerah. Oleh sebab itu, DPRD mengusulkan adanya *payung hukum yang jelas dan skema insentif menarik untuk mendorong peran aktif masyarakat serta penguatan kelembagaan bank sampah.

“Intinya ada peran pemerintah di situ. Arahnya agar bank sampah bisa mendapatkan alokasi anggaran,” ujar Dariyanto, Kamis (12/06/2025).

Dalam Raperda tersebut, DPRD juga akan menyusun mekanisme penguatan kebijakan pengelolaan sampah, termasuk optimalisasi kerja sama dengan institusi lingkungan hidup. Menurut Dariyanto, langkah ini diharapkan mampu mendorong keberlanjutan bank sampah dan peran produsen sampah dalam pengelolaan limbah.

Selain Raperda Pengelolaan Sampah, Bapemperda juga tengah membahas Raperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kedua Raperda tersebut akan dibahas melalui Panitia Khusus (Pansus), dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

“Ini akan dibahas di Pansus 4 atau 5, dan kita targetkan selesai dalam satu bulan,” tutup politisi Partai Golkar itu.

(ADV/Humas Setwan DPRD Kota Bekasi)

The post DPRD Bekasi Bahas Raperda Sampah, Usulkan Insentif untuk Bank Sampah appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
Legislator PSI Sidak Tumpukan Sampah dan Buruknya Drainase di Perumahan Roda Kencana Pondokgede https://bekasimedia.com/2024/12/17/legislator-psi-sidak-tumpukan-sampah-dan-buruknya-drainase-di-perumahan-roda-kencana-pondokgede/ https://bekasimedia.com/2024/12/17/legislator-psi-sidak-tumpukan-sampah-dan-buruknya-drainase-di-perumahan-roda-kencana-pondokgede/#respond Tue, 17 Dec 2024 09:35:45 +0000 https://bekasimedia.com/?p=54941 BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yenny...

The post Legislator PSI Sidak Tumpukan Sampah dan Buruknya Drainase di Perumahan Roda Kencana Pondokgede appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Yenny Kristianti, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Perumahan Roda Kencana, Pondokgede Jatiwaringin, untuk meninjau langsung kondisi lingkungan yang tengah menghadapi masalah penumpukan sampah dan buruknya sistem drainase.

Dalam sidak tersebut, Yenny menemukan tumpukan sampah yang membusuk di beberapa titik kawasan perumahan, yang mengganggu kenyamanan warga. Selain itu, drainase yang buruk dan tersumbat menyebabkan genangan air yang seringkali merendam pemukiman warga, terutama saat hujan deras. Kondisi ini membuat lingkungan perumahan semakin rentan terhadap banjir dan penyakit terkait sanitasi.

“Masalah sampah dan drainase ini sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Warga sudah lama mengeluhkan kondisi ini, tetapi belum ada solusi nyata dari pemerintah,” ujar Yenny Kristianti kepada bekasimedia.com Selasa, (17/12/2024).

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah dan memperbaiki drainase agar tidak menimbulkan masalah jangka panjang. Selain itu, legislator PSI ini meminta agar ada peningkatan koordinasi antar instansi terkait untuk menangani permasalahan tersebut secara cepat dan tepat.

Dalam kesempatan itu, Yenny juga bertemu dengan sejumlah warga yang menyampaikan keluhannya terkait kurangnya perhatian dari pemerintah dalam menangani masalah kebersihan dan infrastruktur. Warga berharap agar Pemkot Bekasi segera menindaklanjuti keluhan mereka, terutama dengan adanya solusi yang lebih konkret.

“Saya akan terus mengawal permasalahan ini di DPRD dan mendorong agar Pemkot Bekasi segera memperbaiki sistem drainase dan pengelolaan sampah di kawasan ini,” pungkas Yenny.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan, diharapkan pemerintah kota Bekasi dapat segera melakukan perbaikan dan memastikan kualitas hidup warga yang lebih baik. (Denis)

The post Legislator PSI Sidak Tumpukan Sampah dan Buruknya Drainase di Perumahan Roda Kencana Pondokgede appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2024/12/17/legislator-psi-sidak-tumpukan-sampah-dan-buruknya-drainase-di-perumahan-roda-kencana-pondokgede/feed/ 0
Sampah Rumah Tangga Ternyata Menguntungkan https://bekasimedia.com/2022/03/09/sampah-rumah-tangga-ternyata-menguntungkan/ Wed, 09 Mar 2022 07:44:56 +0000 https://bekasimedia.com/?p=46187 BEKASIMEDIA.COM – Selama ini sampah rumah tangga selalu dibuang langsung ke tempat sampah, karena dinilai...

The post Sampah Rumah Tangga Ternyata Menguntungkan appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Selama ini sampah rumah tangga selalu dibuang langsung ke tempat sampah, karena dinilai tidak ada manfaatnya. Apalagi sampah rumah tangga itu kotor dan jorok. Nah, sampah rumah tangga yang dinilai kotor dan jorok itu ternyata bisa mendatangkan keuntungan, apabila dipilah dan dijual ke bank sampah, salah satunya di bank sampah Mentari, Jalan sawo 1 blok SK 10 Harapan indah kel. Pejuang kec. Medan satria kota Bekasi.

Seorang ibu rumah tangga bernama Dwi Setiawati sudah merasakan manfaat dalam mengumpulkan sampah rumah tangga. Ia mengaku selama bergabung dengan bank sampah Mentari telah mendapatkan uang dari hasil memilah sampah.

“Alhamdulillah selama bergabung sudah mendapatkan uang dari bank sampah dan disimpan di buku tabungan bank sampah,” ujarnya.

Dwi menjelaskan tidak ada
kesulitan dalam memilah sampah, baik organik maupun non organik.

Ia mengaku dalam memilah sampah juga dibantu anak-anaknya. “Anak-anak di-sounding jangan buang sampah sembarangan. Plastik-plastik juga mereka sudah mengenal ecobrick. Jadi kita bantu pilah, kalau ada botol-botol saya kasih tahu ke anak-anak ini wadahnya. Jadi bagi mereka kegiatan yang menyenangkan,” katanya.

Dwi merasa banyak manfaat dalam memilah sampah, dia pun melakukan sosialisasi di group WhatsApp RT, misalnya jika ada yang memiliki minyak jelantah ia meminta disedekahkan agar tidak mencemari lingkungan. “Alhamdulillah tetangga antusias. Jadi suka ditanyain, mbak masih ngumpulin mijel? Saya bilang masih. Kadang kalau ke rumah minta tanaman. Ya udah yang penting mereka mau berbagi dan bantu lingkungan dari pencemaran,” katanya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini masyarakat bisa membangun lingkungan yang lebih baik dan insya Allah bisa menghasilkan uang “karena selama ini banyak yang tidak tahu kalau sampah itu bisa menghasilkan uang. Banyak yang membuangnya begitu saja. Alhamdulillah setelah disosialisasikan banyak yang menghasilkan dan memiliki tabungan.

“Sampah ternyata bisa berkah, bisa jadi rupiah,” tutupnya. (*)

The post Sampah Rumah Tangga Ternyata Menguntungkan appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
Sampah Dan Bantargebang Adalah Kita https://bekasimedia.com/2015/01/16/sampah-dan-bantargebang-adalah-kita/ https://bekasimedia.com/2015/01/16/sampah-dan-bantargebang-adalah-kita/#respond Thu, 15 Jan 2015 23:19:40 +0000 http://www.bekasimedia.com/?p=1215 Apa yang tersirat dalam pikiran orang-orang saat nama Bekasi dan sampah disangkutpautkan? jawabannya bisa diperkirakan,...

The post Sampah Dan Bantargebang Adalah Kita appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
image

Apa yang tersirat dalam pikiran orang-orang saat nama Bekasi dan sampah disangkutpautkan? jawabannya bisa diperkirakan, yaitu Bantargebang. Memang, di Bantargebang ada sebuah tempat pembuangan akhir sampah yang “melegenda”. Bahkan, baru-baru ini ada gambar bernuansa satir yang tersebar di dunia maya, dalam gambar tersebut diperlihatkan sebuah gunungan sampah dan tulisannya berbunyi, “Mt. Bantargebang.” artinya, Gunung Bantargebang.

Terlepas dari pandangan miring orang tentang Gunung Sampah-nya Bekasi tersebut, nyatanya Bantargebang sama saja dengan wilayah lainnya. Bantargebang merupakan sebuah kecamatan yang memiliki empat kelurahan. Berbagai aktivitas ekonomi masyarakat terjadi di sana, kebetulan saja ada area khusus yang diperuntukkan untuk menampung berton-ton sampah di sana. Siapa orang Jabodetabek yang tak kenal nama Bantargebang? Meskipun banyak orang belum pernah melihatnya langsung, akan tetapi, dari gambar-gambar yang beredar saja, masyarakat sudah tahu bahwa Bantargebang adalah sebuah area terbuka, sebuah wilayah yang disebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)  yang letaknya di Bekasi. Gunung sampah tertinggi yang dimiliki Jabodetabek.

Bantargebang, seperti sudah disebutkan di atas sebenarnya sebuah kecamatan dengan beberapa kelurahan. Tetapi dibalik sebutan gunungan sampah itu ternyata terselip prestasi membanggakan untuk Bantargebang, yakni diraihnya Adipura bagi kota Bekasi  pada tahun 2013. Jadi Bekasi berhasil mendapatkan Adipura walaupun memikiki “Bantargebang.”  Visi kecamatan Bantargebang sendiri, yaitu; unggul dalam bidang agribisnis, industri, dan pengolahan limbah yang bernuansa ihsan.

Sampah di Bantargebang juga sebenarnya bukan segunung benda-benda terbuang yang dibiarkan begitu saja. Sampah di sana dimanfaatkan juga untuk didaur ulang bahkan bisa diolah menjadi pupuk kompos serta untuk pembangkit listrik alternatif (PLTSA) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Jadi, sebetulnya tidak ada masalah dengan itu. Yang menjadi masalah “itu” sendiri adalah sampahnya.

Berbicara masalah sampah, memang lumrah. Di sini ada sampah, di sana sampah. Kehidupan masyarakat dan sampah sepertinya memang telah menjadi dua hal yang
senantiasa berdampingan. Di mana ada aktivitas manusia, baik itu di bawah kursi angkot, bus, di bawah pohon, di pojok-pojok bangunan, di pinggir lapangan sepak bola, di pasar, di sungai, di mana-mana saja manusia beraktivitas, di sana bisa dipastikan ada sampah.

Meskipun proses pengolahan daur ulang sampah sudah gencar dilakukan, tetap saja, jumlah sampah tidak juga berkurang banyak. Barangkali memang tingkat
kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan masih harus terus diperbaharui. Sampah memang sesuatu yang sudah memiliki konotasi negatif. Di sisi lain, memang jarang ada orang yang mau langsung bersentuhan dengan sampah. Padahal, sampah adalah sesuatu yang kita hasilkan sendiri. Apakah itu sampah rumah tangga, limbah industri, pertambangan dan segala jenis sampah lainnya yang bertebaran di sana-sini. Dengan mengandalkan tukang sampah yang setiap bulan datang berkeliling mengumpulkan hasil aktivitas kehidupan masyarakat,  masyarakat dengan mudah hanya tinggal membayar uang sampah bulanan. Jika tukang sampah tak datang pada waktu yang sudah biasa dijadwalkan, sementara sampah terus membusuk dan dikerubungi lalat, tak sedikit warga yang protes. Cara lain “mengusir” sampah adalah dibakar.

Mari Mengenal Sampah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah (kata benda/noun) berarti barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas dan lain-lain. Ada sampah organik, ada juga sampah anorganik. Sampah organik artinya sampah alami dan mudah diurai oleh alam, contohnya daun, sisa sayuran dan bangkai hewan. Sementara sampah anorganik adalah sampah yang sulit diurai contohnya botol plastik bekas air mineral, kertas, kayu dan lain-lain.

Di masyarakat perkotaan modern, di beberapa tempat tertentu, di jalan-jalan atau di sekolah-sekolah, biasanya disediakan dua tempat sampah. Sampah kering dan sampah basah. Sampah plastik dan nonplastik. Sampah organik dan anorganik. Ini memudahkan proses pengolahan sampah nantinya agar lebih mudah.

Bank Sampah

Biasanya orang mengenal makna bank sebagai tempat menyimpan uang serta transaksi perbankan lainnya. Akan tetapi istilah  bank sampah juga kian populer saat ini. Bank sampah adalah tempat warga menyetorkan sampah. Dan sampah-sampah yang disetorkan warga ke bank sampah itu bernilai uang. Uang tersebut akan ditabung dan sewaktu-waktu jika warga membutuhkan, maka ia boleh mengambil uang tabungan hasil menyetorkan sampah.

Sampah-sampah yang sudah tertampung di bank sampah akan disalurkan kepada pengelola sampah. Baik itu untuk dijadikan bahan baku kerajinan dan lain-lain.
Tujuan dari bank sampah adalah upaya penyadaran akan pentingnya kebersihan bagi lingkungan. Dan membantu pemerintah mengurangi sekaligus mengelola sampah.

Fenomena Buang Sampah Sembarangan

Tak jarang kita melihat tulisan semacam, “yang buang sampah di sini, orang gila!” Atau “jangan buang sampah di sungai!” atau lebih halus lagi “jagalah kebersihan!
dilarang buang sampah di sini.” Tetapi kenyataanya, akan tetap ada sampah di sana ketika kebijakan bagi mereka yang membuang sampah sembarangan tidak diterapkan secara optimal. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya lagi-lagi tampaknya masih saja
rendah.

Belajar dari Sampah

Wajar, saat seseorang kesal dengan sampah yang menumpuk, karena selain mengganggu pemandangan, juga mengganggu indra penciuman. Maka seharusnya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan seketika itu juga timbul di dalam dirinya. Sampah memang sesuatu yang kotor, bau dan mengganggu. Tapi di sanalah kita bisa bercermin, bahwa sampah adalah bagian dari kita. Sebanyak apa sampah yang kita hasilkan setiap hari, ya begitulah aktivitas kita. Jika memang tidak ingin terganggu dengan sampah maka jangan ikut-ikutan “menyampah” dengan mengatakan bahwa sampah hasil aktivitas kita itu mengganggu tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita masih saja membuang sampah di sembarang tempat.

Jika terganggu dengan sampah, maka mari sama-sama belajar untuk hidup berdampingan dan ramah terhadap sampah. Dengan membersihkannya, memilahnya, mengolahnya bahkan memanfaatkannya. Jika memang sanggup, kenapa tidak ?

Ani Rohimah 
@ArraItsnaYusuf

The post Sampah Dan Bantargebang Adalah Kita appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2015/01/16/sampah-dan-bantargebang-adalah-kita/feed/ 0