502 Bad Gateway


cloudflare
Dinas Kesehatan Kota Bekasi Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/dinas-kesehatan-kota-bekasi/ Moderat Mencerdaskan Masyarakat Fri, 11 Jan 2019 06:45:01 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.7 https://bekasimedia.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-bekasimedia-512x512-32x32.png Dinas Kesehatan Kota Bekasi Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/dinas-kesehatan-kota-bekasi/ 32 32 Dinas Kesehatan Apresiasi Kegiatan Mahasiswa Pascasarjana Uhamka di Kota Bekasi https://bekasimedia.com/2019/01/11/dinas-kesehatan-apresiasi-kegiatan-mahasiswa-pascasarjana-uhamka-di-kota-bekasi/ https://bekasimedia.com/2019/01/11/dinas-kesehatan-apresiasi-kegiatan-mahasiswa-pascasarjana-uhamka-di-kota-bekasi/#respond Fri, 11 Jan 2019 06:45:01 +0000 https://bekasimedia.com/?p=33038 BEKASIMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kota Bekasi berterimakasih kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat  Sekolah...

The post Dinas Kesehatan Apresiasi Kegiatan Mahasiswa Pascasarjana Uhamka di Kota Bekasi appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Dinas Kesehatan Kota Bekasi berterimakasih kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat  Sekolah Pascasarjana Uhamka Jakarta yang membuat kegiatan di wilayah Kota Bekasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati dalam sambutannya di “Gebyar Geselat DBD Gerakan Pembuatan 1000 Ovitrap Nyamuk Demam Berdarah di Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi.” pada Kamis (10/1/2019) pagi.

Dalam kesempatan itu, Tanti membacakan sambutan dari Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang berhalangan hadir.

Dijelaskannya, jumlah penduduk Kota Bekasi yang cukup besar memicu banyak permasalahan sosial, termasuk masalah kesehatan.

Namun demikian, permasalahan kesehatan itu masih bisa tertangani karena saat ini rumahsakit, puskesmas dan klinik banyak tersebar di Kota Bekasi.

“Ada 42 RS dan 500 klinik. Akses masyarakat juga mudah. Bekerjasama dengan BPJS dan ada fasilitas Kartu Sehat,” katanya.

Namun, kata Tanti, Kota Bekasi belum terbebas dari penyakit menular dan zonasis. Salah satunya penyakit DBD. Ia menyebutkan pada tahun 2016 kasus DBD cukup tinggi. Ada sekitar 3800 lebih kasus, namun menurun drastis di tahun 2017. Untuk tahun 2018, catatannya hingga bulan November ada 987 kasus.

Untuk angka tertinggi kasus DBD dipegang oleh Kecamatan Bekasi Utara, disusul Bekasi Barat dan Bekasi Timur.

Sedangkan untuk program penanggulangan DBD yang sudah dilakukan pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti menyebutkan ada beberapa program diantaranya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik, Penanaman Tanaman Pengusir Nyamuk dan pembuatan Ovitrap.

“Kegiatan Uhamka ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, semoga dapat ditiru kecamatan lainnya sehingga kasus DBD dapat dikendalikan. Murah mudah dan tidak berefek negatif,” harapnya. (eas)

The post Dinas Kesehatan Apresiasi Kegiatan Mahasiswa Pascasarjana Uhamka di Kota Bekasi appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2019/01/11/dinas-kesehatan-apresiasi-kegiatan-mahasiswa-pascasarjana-uhamka-di-kota-bekasi/feed/ 0
Mahasiswa Pascasarjana Uhamka Sosialisasi Pembuatan Ovitrap di Bekasi Barat https://bekasimedia.com/2019/01/03/mahasiswa-pascasarjana-uhamka-sosialisasi-pembuatan-ovitrap-di-bekasi-barat/ https://bekasimedia.com/2019/01/03/mahasiswa-pascasarjana-uhamka-sosialisasi-pembuatan-ovitrap-di-bekasi-barat/#respond Thu, 03 Jan 2019 23:05:46 +0000 https://bekasimedia.com/?p=32967 BEKASIMEDIA.COM – Mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta bekerjasama dengan...

The post Mahasiswa Pascasarjana Uhamka Sosialisasi Pembuatan Ovitrap di Bekasi Barat appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Mahasiswa Pascasarjana Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi menggelar, “Training Ovitrap Nyamuk Dalam Rangka Gebyar Gerakan Pembuatan 1000 Ovitrap Nyamuk DBD di Kecamatan Bekasi Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bekasi Barat Jl Bintara Raya, Kamis (3/1/2019) kemarin.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, drg Dezi Syukrawati, Mars hadir dan membuka acara ini.

Dalam sambutannya, Dezi Syukrawati mengapresiasi mahasiswa Pascasarjana Uhamka yang berinisiatif menggelar kegiatan di wilayah kerjanya.

Tentang kasus DBD di Kecamatan Bekasi Barat pada tahun 2018, Dezi menyebutkan angka. “Ada 107 kasus DBD sepanjang tahun 2018 di wilayah Bekasi Barat. Itu yang dilaporkan.”

Di hadapan kader posyandu yang hadir mewakili 5 kelurahan di Bekasi Barat, Dezi berharap agar kader posyandu terus aktif menyampaikan ke masyarakat untuk lebih membuat lingkungan yang sehat dengan mensosialisasikan pembuatan ovitrap untuk mencegah DBD.

“Lingkungan yang sehat dan laporan yang baik itu sangat penting. Terus lakukan perbaikan,” katanya.

Uhamka

Dari pihak mahasiswa Pascasarjana Uhamka, dr Melawati menyampaikan apa itu Ovitrap dan cara pembuatannya.

Apa Itu Ovitrap?

Ovitrap adalah langkah pembasmian nyamuk dengan cara lebih aman untuk lingkungan tanpa memakai bahan kimia berbahaya untuk kesehatan.

Ovitrap bisa dibuat dari bahan-bahan bekas dan dipakai untuk memutuskan siklus hidup nyamuk sebelum pupa nyamuk berubah jadi nyamuk. Barang bekas yang dipakai berupa botol air mineral besar, plastik hitam, ragi, cutter dan selotip.

Proses kerja Ovitrap adalah memutus siklus perkembangan nyamuk. Jadi perangkap nyamuk serta telurnya. Ovitrap berarti perangkap telur (ovum=telur, trap=perangkap). Nyamuk akan masuk kedalam perangkap dan sulit keluar dari dalam botol mineral tersebut. Dengan demikian nyamuk beserta telurnya mati.

Ovitrap

Kader-kader Posyandu yang hadir cukup antusias dengan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Pascasarjana Uhamka ini.

Tak berhenti disini, selanjutnya pada tanggal 10 Januari 2019 akan digelar Gerakan Pembuatan 1000 Ovitrap Nyamuk Demam Berdarah. Kegiatan ini akan melibatkan kader posyandu dan juga masyarakat umum di 5 kelurahan yang ada di Kecamatan Bekasi Barat. (eas)

The post Mahasiswa Pascasarjana Uhamka Sosialisasi Pembuatan Ovitrap di Bekasi Barat appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2019/01/03/mahasiswa-pascasarjana-uhamka-sosialisasi-pembuatan-ovitrap-di-bekasi-barat/feed/ 0
Dinkes Kota Bekasi: Sekarang Pengguna KS Tak Perlu lagi Aktivasi Kartu https://bekasimedia.com/2018/01/31/dinkes-kota-bekasi-sekarang-pengguna-ks-tak-perlu-lagi-aktivasi-kartu/ https://bekasimedia.com/2018/01/31/dinkes-kota-bekasi-sekarang-pengguna-ks-tak-perlu-lagi-aktivasi-kartu/#respond Wed, 31 Jan 2018 13:11:03 +0000 http://bekasimedia.com/?p=28548 BEKASIMEDIA.COM – Masyarakat Kota Bekasi yang sudah memiliki Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK),...

The post Dinkes Kota Bekasi: Sekarang Pengguna KS Tak Perlu lagi Aktivasi Kartu appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Masyarakat Kota Bekasi yang sudah memiliki Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK), saat ini tidak perlu bersusah payah untuk melakukan aktivasi kartu di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Pasalnya, Walikota Bekasi sudah membuat surat edaran untuk Rumah Sakit (RS) yang sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, agar pengguna KS secara otomatis akan langsung dilayani pihak RS.

Hal itu sejatinya permudah masyarakat ketika melakukan pengobatan di RS. Sebelumnya, masyarakat yang memiliki KS harus melakukan aktivasi di Kantor Dinkes Kota Bekasi agar diterima di RS. Namun, itu dinilai kurang efisien. Sehingga Pemkot Bekasi melalui surat edaran Wali Kota Bekasi mengambil langkah ini guna permudah pelayanan terhadap masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati menuturkan, semua akan otomatis tak perlu melakukan aktivasi di Kantor Dinkes Kota Bekasi. Aktivasi itu, kata dia, memang sebuah hal yang harus diperbaiki karena dinilai berbelit, dan banyak keluhan dari masyarakat pemilik KS lantaran hanya satu tempat (kantor Dinkes Kota Bekasi), untuk melakukan aktifasi.

Ia menyatakan, menjadi otomatis itu adalah sebuah prioritas agar pelayanan terhadap masyarakat lebih cepat.

“Maka itu kami perlu surat edaran dari Pemkot Bekasi melalui Walikota. Itu semua demi permudah pelayanan masyarakat saat melakukan pengobatan di Rumah Sakit,” ungkap Tanti, Kamis (31/01/2018).

Surat Jaminan Pelayanan (SJP) pada awalnya, kata Tanti, ada di Dinkes Kota Bekasi. Setelah ada edaran itu SJP secara otomatis juknisnya berada di RS-RS yang bekerjasama dengan Pemkot Bekasi.

Diakui Tanti, surat edaran Wali Kota Bekasi dengan Nomor : 440/130/DINKES akan dimulai 01 Februari 2018 mendatang, RS yang sudah bekerjasama dengan Pemkot Bekasi harus menerima pengguna KS dengan baik, dan jangan dipersulit.

“Sudah secara otomatis melaksanakan edaran dari Walikota Bekasi,” tuturnya.

Bukan itu saja, dalam kesempatan ini ia menjelaskan, bagi masyarakat yang memiliki KTP Kota Bekasi dan ingin melakukan pengobatan di RSUD Kota Bekasi, cukup menggunakan KTP dan KK. Hal itu, dilakukan Pemkot Bekasi untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat. [ADV/Dns]

The post Dinkes Kota Bekasi: Sekarang Pengguna KS Tak Perlu lagi Aktivasi Kartu appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2018/01/31/dinkes-kota-bekasi-sekarang-pengguna-ks-tak-perlu-lagi-aktivasi-kartu/feed/ 0
Pengaruh Imunitas Tubuh dengan Herbal Beda dengan Vaksin Difteri https://bekasimedia.com/2018/01/18/pengaruh-imunitas-tubuh-dengan-herbal-beda-dengan-vaksin-difteri/ https://bekasimedia.com/2018/01/18/pengaruh-imunitas-tubuh-dengan-herbal-beda-dengan-vaksin-difteri/#respond Thu, 18 Jan 2018 23:06:03 +0000 http://bekasimedia.com/?p=28387 BEKASIMEDIA.COM — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg. Dezy...

The post Pengaruh Imunitas Tubuh dengan Herbal Beda dengan Vaksin Difteri appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg. Dezy Syukrawati mengatakan bahwa reaksi obat herbal hanya berdampak pada imunitas tubuh berbeda dengan vaksin khusus untuk penyakit difteri.

Menurut dia, saat ini ada sebahagian masyarakat yang mengandalkan kekuatan imunitas tubuhnya dengan mengkonsumsi herbal. Pada dasarnya obat herbal dapat menambah daya tahan tubuh, namun tidak secara spesifik dapat menangani penyakit difteri.

“Herbal menaikan stamina tubuh secara umum, tapi tidak spesifik untuk virus itu,” ujar Dezy saat ditemui di kantornya, Jalan Jend. Sudirman, Kranji, Bekasi Barat, Kamis (18/1/2018).

Dezy melanjutkan, dirinya tidak menampik manfaat obat herbal untuk mengobati penyakit. Namun, tambah dia, guna menangani penyakit difteri diperlukan vaksin khusus yang telah teruji secara klinis.

“Kalau herbal itu kita tidak bisa mengukur, sedangkan kalau vaksin itu hasil penelitian sehingga bisa diukur,” kata dia.

“Herbal itu bisa menaikan daya tahan tubuh, tapi apakah yakin bisa menekan virus, kan belum tentu,” tambah dia.

Maka is mengimbau masyarakat tidak menolak program pemerintah yang memberikan vaksinasi difteri. Terlebih program ini digratiskan, khususnya untuk anak-anak usia 1-19 tahun.

“Sekarang juga kita imbau masyarakat dewasa juga, kalau ada kesempatan lakukan imunisasi di rumah sakit, tapi pemerintah tidak menyiapkan atau membiayai (tidak gratis) tapi silakan lakukan,” tambah dia. (Dns)

The post Pengaruh Imunitas Tubuh dengan Herbal Beda dengan Vaksin Difteri appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
https://bekasimedia.com/2018/01/18/pengaruh-imunitas-tubuh-dengan-herbal-beda-dengan-vaksin-difteri/feed/ 0