502 Bad Gateway


cloudflare
Berobat Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/berobat/ Moderat Mencerdaskan Masyarakat Sun, 26 May 2024 06:12:42 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.7 https://bekasimedia.com/wp-content/uploads/2019/04/cropped-bekasimedia-512x512-32x32.png Berobat Archives - BEKASIMEDIA.COM https://bekasimedia.com/tag/berobat/ 32 32 Berobat Jadi Mudah, Suwarni Tak Ragu Jadi Peserta JKN https://bekasimedia.com/2024/05/22/berobat-jadi-mudah-suwarni-tak-ragu-jadi-peserta-jkn/ Wed, 22 May 2024 10:50:21 +0000 https://bekasimedia.com/?p=53424 BEKASIMEDIA.COM – Di awal peralihan dari PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada tahun 2014...

The post Berobat Jadi Mudah, Suwarni Tak Ragu Jadi Peserta JKN appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Di awal peralihan dari PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada tahun 2014 kala itu tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Kala itu, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa BPJS Kesehatan hanya menjamin untuk PNS saja, padahal BPJS Kesehatan telah menjadi sebuah badan hukum publik yang menyelenggarakan jaminan sosial nasional khususnya dalam bidang kesehatan untuk masyarakat umum di Indonesia.

Seperti yang diceritakan oleh Suwarni, salah seorang penjual kue basah di pasar menceritakan jika keluarganya sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan. Awalnya Suwarni tidak mengetahui jika PT Askes (Persero) yang tadinya hanya menjamin PNS saja, sudah berubah menjadi badan penyelenggara jaminan kesehatan untuk masyarakat umum. Suwarni baru mengetahuinya karena saran dari pihak rumah sakit saat mengantarkan anaknya untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.

”Tahun 2014, waktu itu anak saya usianya 3 tahun dan lehernya membengkak. Awalnya kami sekeluarga mengira itu penyakit gondongan, sudah periksa di klinik dan diberi obat tapi belum ada perubahan selama sekitar sebulan. Akhirnya saya bawa minta rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk dirujuk ke rumah sakit dan setelah diperiksa, dokter kasih saran untuk pemeriksaan lengkap. Hasilnya, ternyata itu tumor”, cerita Suwarni pada jumat (19/04) di toko usahanya.

Dengan penghasilan yang terbilang hanya cukup untuk biaya sehari-hari, tentunya melakukan pemeriksaan dokter dan obat akan menguras kantong. Bahkan menurutnya, untuk datang ke fasilitas kesehatan pun ia ragu karena akan mengeluarkan biaya yang besar untuk menjalani pengobatan.

”Waktu dulu biaya untuk berobat bisa hampir satu juta ditambah dengan transportasi dan waktu itu uang satu juta rasanya sudah banyak sekali. Pengobatannya kurang lebih selama 2 bulan dan kontrol hampir setiap dua minggu. Kalau dihitung-hitung, sudah habis banyak, kan? Apalagi harus operasi,” keluh Suwarni yang saat itu belum mengetahui adanya BPJS Kesehatan yang ditujukan untuk masyarakat umum.

Ia bercerita bahwa sekitar 2 minggu sebelum operasi, dirinya melakukan perbincangan dengan perawatn yang memeriksakan kondisinya itu. Dirinya memberi saran agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN, karena nantinya biaya pengeboatan akan dijamin sepenuhnya dan bisa meringankan beban Suwarni.

“Saat itu saya tidak tahu BPJS Kesehatan itu apa, bayarnya berapa, ngurusnya bagaimana. Saya cuma manut saja soalnya sudah bingung juga karena anak sakit dan perkiraan biayanya juga besar. Dipikiran saya karena yang jelasin rumah sakitnya berarti itu bisa dipercaya,” jelasnya.

Mengikuti saran dari rumah sakit, akhirnya Suwarni mendaftarkan anaknya sebagai peserta JKN. Dengan membayar iuran yang tidak lebih dari Rp 50.000 saat itu, Suwarni merasa bebannya dalam membayar biaya rumah sakit menjadi sangat ringan.

”Yang awalnya tiap berobat bisa habis jutaan, tiba-tiba cukup bayar bulanan yang enggak lebih dari Rp50.000,- benar-benar membantu. Apalagi posisinya anak saya harus operasi. Tidak tahu akan habis (biaya) berapa kalau enggak ada BPJS Kesehatan,” lanjutnya.

Setelah mengetahui bahwa PT Askes Persero kala itu berubah menjadi BPJS Kesehatan yang dapat digunakan oleh masyarakat umum, Suwarni memberitahu bahwa dirinya sering menceritakan pengalamannya kepada orang lain agar orang lain tidak ragu untuk menjadi peserta JKN. Bukan hanya itu, dirinya juga mendaftarkan seluruh keluarga sebagai peserta JKN karena merasa lebih terjamin.

”Dari tahun 2014 sampai sekarang, saya bersyukur sekali bisa jadi peserta JKN. Kalau pas sakit, biaya berobat itu bisa kayak dicicil bulanan, meringankan sekali. Kalau sehat, iuran bisa bantu yang lain. Pokoknya BPJS Kesehatan sangat membantu dan bermanfaat banget, bisa membantu dengan gotong royong. Semoga program ini terus ada dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucap Suwarni mengakhiri obrolannya. (HP/MS)

The post Berobat Jadi Mudah, Suwarni Tak Ragu Jadi Peserta JKN appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
Berobat Lebih Mudah Dengan Program JKN https://bekasimedia.com/2024/05/22/berobat-lebih-mudah-dengan-program-jkn/ Wed, 22 May 2024 10:40:55 +0000 https://bekasimedia.com/?p=53421 BEKASIMEDIA.COM – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sejak tahun 2014...

The post Berobat Lebih Mudah Dengan Program JKN appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>
BEKASIMEDIA.COM – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sejak tahun 2014 lalu membuktikan peran negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Jutaan manfaat terus diberikan kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta JKN.

Sainem (56), salah satu peserta yang terdaftar pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) menjadi satu di antara jutaan masyarakat lainnya yang telah merasakan manfaat dari keberadaan program tersebut. Dirinya bercerita bahwa selama ini ia telah memanfaatkan Program JKN untuk melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan. Sainem mengaku telah merasakan langsung manfaat dari Program JKN ini, terbukti ia tetap mendapatkan pelayanan yang baik meski menggunakan kartu JKN.

“Saya dan suami sudah lama terdaftar sebagai peserta Program JKN dari perusahaan suami saya bekerja. Saya memiliki riwayat tensi tinggi dan kadang asam lambung saya suka naik. Jadi kalau gejala itu sudah muncul, tandanya saya harus segera berobat ke klinik. Dengan usia saya sudah tidak muda lagi, sekarang saya mulai peduli dengan kesehatan saya. Lagi pula berobat ke klinik dengan membawa kartu JKN tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Saya cukup membawa kartu JKN langsung semua dilayani dengan baik,” jelasnya.

Terkait dengan pelayanan BPJS Kesehatan, Sainem pun mengaku sangat puas dengan seluruh pelayanan yang diberikan kepada peserta Program JKN. Menurutnya saat ini peserta Program JKN yang ingin berobat sudah sangat dimudahkan dengan adanya Mobile JKN. Dengan adanya inovasi tersebut, proses pendaftaran berobat ke fasilitas kesehatan jadi lebih mudah dan cepat serta tidak ada diskriminasi.

“Jujur saja, dulu saya ragu untuk berobat menggunakan BPJS Kesehatan, soalnya sudah sering dengar kalau berobat menggunakan BPJS Kesehatan itu antrean panjang, pelayanannya tidak ramah dan masih banyak lagi berita negatif lainnya. Namun, saya lihat tetangga saya yang berobat pakai BPJS Kesehatan, dia tetap dilayani dengan baik, jadi saya coba menggunakan kartu JKN pada saat berobat ke klinik,” jelasnya.

Dengan kemudahan yang ia rasakan, ia mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan kepadanya. Selama dirinya menjalani pengobatan, ia belum pernah belum pernah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari klinik atau rumah sakit.

“Apalagi sekarang saya sudah bisa mengakses Mobile JKN kalau mau daftar berobat, menurut saya jadi makin mudah,” jelasnya.

Salah satu hal yang paling dirasakan manfaatnya oleh Sainem adalah kemudahan berobat di fasilitas kesehatan menggunakan aplikasi Mobile JKN. Fitur favoritnya adalah menu antrean online dan ia bisa memperkirakan kapan ia harus datang ke klinik. Menurutnya Aplikasi Mobile JKN ini tidak hanya memberikan kenyamanan tetapi juga efisiensi waktu dalam mengakses layanan kesehatan.

“Semenjak adanya fitur antrean online di dalam Aplikasi Mobile JKN, saya sangat senang karena tidak pakai ribet pendaftaran di klinik dan bisa langsung pilih mau berobat ke poli mana, tidak pakai antre juga, jadi saya tidak perlu datang buru-buru atau pagi-pagi ke klinik. Saya bisa memantau kira-kira saya harus datang jam berapa. Menurut saya Aplikasi Mobile JKN ini sangat bagus ya! dan sangat membantu peserta JKN untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Sainem juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena telah mengelola jaminan kesehatan dengan baik. Ia berharap agar Program JKN ini semakin maju dan terus mengembangkan inovasi yang dapat memberikan kemudahan untuk peserta Program JKN serta dapat memperluas jaringan kerja sama dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

“Terima kasih BPJS Kesehatan karena saya sudah merasa terbantu dengan adanya Program JKN ini. Walaupun sering bolak balik ke klinik tapi saya merasa pengobatan saya terasa ringan tanpa beban karena saya tidak perlu memikirkan biaya pengobatannya lagi. Semoga Program JKN ini akan terus ada dan semakin maju dengan inovasi-inovasinya. Saya juga berharap agar kedepannya BPJS Kesehatan dapat memperluas jaringan kerjasamanya dengan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, agar peserta dapat lebih mudah lagi memperoleh pelayanan kesehatan biarpun sampai kepelosok daerah,” tutupnya. (HP/dw)

The post Berobat Lebih Mudah Dengan Program JKN appeared first on BEKASIMEDIA.COM.

]]>