Pandangan Aji Ali Sabana Terhadap Pendidikan di Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Pendidikan yang baik tidak hanya bisa diperoleh di sekolah tetapi dari lingkungan terdekat yaitu rumah, dari orangtua. Hal ini penting dalam rangka melahirkan generasi muda bangsa yang cerdas dan berakhlak mulia.

Aji Ali Sabana, Sekretaris DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) kota Bekasi saat ditemui di RM Margajaya, Bekasi Selatan, pada Rabu, (4/7/2018) memberikan pandangannya terhadap kondisi pendidikan di Kota Bekasi.

Aji menyatakan proses pendidikan harus dimulai di rumah sebagai salah satu upaya pendekatan keluarga terhadap anak. Karena waktu belajar anak di sekolah juga berbeda-beda.

“Jadi kita bisa lihat sekolah negeri dan swasta kadang-kadang waktu belajarnya berbeda. Kalau masih ada sekolah negeri yang masuk jam 7 pulang jam 11 kira-kira anak bisa dapat apa sih? jadi akhirnya banyak waktu yang terbuang. Jika orangtua tidak bisa memberi pendidikan yang baik di rumah maka dikhawatirkan, anak-anak akan mudah terpengaruh hal-hal negatif di lingkungan sekitarnya. Sedangkan jika dibandingkan sekolah swasta, misalnya jamnya berbeda, lebih lama (full day) ditambah dengan ekstrakulikuler serta gurunya juga fokus hanya di satu sekolah,” ujar Ali. Oleh karena itu mau bagaimana pun cara dan lamanya waktu anak belajar di sekolah, kata Ali orangtua harus tetap berpartisipasi aktif agar anak tertangani dengan baik.

Ia juga memberikan saran agar Pemerintah Kota Bekasi memperhatikan nasib guru. Karena, kata dia, melahirkan pendidik yang baik berarti menjanjikan yang hasil juga berkualitas. Oleh karena itu guru juga harus punya prioritas dalam mendidik.

“Karena bangsa tidak akan pernah maju jika anak tidak diberi pendidikan yang terbaik,” katanya.

Saat ditanya mengenai prestasi anak misalnya nilai ujian banyak yang turun, hal itu kata Aji bisa disebabkan banyak faktor, salah satunya sekolah kurang maksimal dalam proses belajar mengajar.

“Contohnya, pertama, pada jam belajarnya, kedua bisa karena kurang latihan seperti tryout akhirnya karena kurang latihan, anak menjadi kurang siap, itu bisa berpengaruh, dan yang ketiga karena pengaruh teknologi (gadget) dan yang keempat orangtua”, tukasnya.

Ia berharap kerjasama yang baik dari orangtua atau orang terdekat anak agar tidak mudah terjerumus hal buruk, terutama dari pengaruh teknologi informasi.

Sementara untuk pemerintah kota Bekasi, ia berharap semoga bisa lebih memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru sehingga guru dapat memberikan pendidikan terbaik supaya tidak ada lagi celah-celah bagi anak untuk melakukan hal yang negatif. (cj/pon)

Be the first to comment on "Pandangan Aji Ali Sabana Terhadap Pendidikan di Kota Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*