Ekspektasi & Obsesi dalam Pernikahan

Ilustrasi Pasutri (Today.kz)

Pernikahan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh pria dan wanita lajang di mana pun, betul? Pernikahan juga merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap pria dan wanita yang ingin segera mengikat janji cinta sehidup semati, bahkan sesurga, katanya.

Pernikahan sendiri bagaikan sebuah kapal laut baru yang besar, yang berlayar di tengah samudera kehidupan kehidupan dan cinta. Suami sebagai nahkodanya dan istri sebagai asisten nahkodanya.

Luar biasa pernikahan itu karena ia juga menjadi sebuah momen yang berpahala, untuk membentuk sebuah keluarga. Keluarga yang harmonis, keluarga yang dinamis dan keluarga yang tidak hanya mampu mengisi kapal laut yang besar juga bisa merawat, sehingga tujuannya bisa tercapai.

Pernikahan itu selayaknya sebuah cara untuk membuat pribadi-pribadi di dalamnya menjadi lebih baik. Dimulai dari ayah dan bunda sebagai suami dan istri, selalu dapat mengevaluasi diri (obsesi), tidak selalu menuntut pasangan menjadi lebih baik (ekspektasi). 

Apabila menikah dengan berharap kepada pasangan, dengan kata lain “jika kamu, maka saya”, selalu menuntut pasangan ini dan itu, yang terjadi biasanya kekecewaan yang ujung-ujungnya perselisihan dan bisa mengakibatkan perceraian.

Menikah itu dengan niat mampu memperbaiki diri sendiri baik sebagai suami atau istri. Bisa dibayangkan dan dirasakan apabila hidup dengan pasangan yang bisa mengevaluasi dirinya sendiri, akan membuat pernikahan menjadi lebih manfaat dan berkah. Suami memperbaiki dirinya sendiri, begitu juga istri, saling bertukar pikiran, bertukar perasaan, bukan bertukar masalah, alhasil menjadi suami dan istri yang harmonis, betul?

Mulai sekarang dan seterusnya jadilah pasangan suami dan istri yang memiliki obsesi untuk selalu memperbaiki diri, tidak menuntut satu sama lainnya. Kelak menjadi pembelajaran untuk anak-anak apabila mereka menjadi suami atau istri.

Penulis: Kang Iman – Konsultan & Terapi Keluarga, Klinik Aromata Smile House Bandung, Info layanan hub. 0822 4066 6891 / 0822 1744 1162

Be the first to comment on "Ekspektasi & Obsesi dalam Pernikahan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*