Diskominfostandi Gandeng Mahasiswa Unisma Bekasi Transformasi Masyarakat Smart City

BEKASIMEDIA.COM – Sebanyak 331 mahasiswa dari Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi mengikuti KKN Tematik “Smart City” dalam tema ‘Wujudkan Layanan Publik yang Cerdas dan Unggul’. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Diskominfostandi Kota Bekasi dan LPPM Unisma berlangsung di Aula Pasca Sarjana, Kota Bekasi, Selasa (8/8/2018).

“Kami melibatkan mahasiswa sebagai agen pemerintah daerah,” kata Kepala Diskominfostandi, Titi Masrifahati kepada bekasimedia.com.

Titi mengatakan, KKN Tematik Smart City ini diperlukan untuk melakukan perubahan (transformasi) dari masyarakat pengguna media konvensional ke masyarakat pengguna teknologi. Kedua, memberikan pandangan dalam permasalahan dengan pendekatan baru di masyarakat.

“Jadi, masukan-masukan ini akan bermanfaat sekali bagi pemerintah kota bekasi dan dibahas di tingkat SKPD untuk dapat dirumuskan,” terangnya.

Selain itu, bisa juga dijadikan tambahan kegiatan maupun memperkaya program atau kegiatan yang sudah ada.

Titi menjelaskan, kegiatan KKN Tematik ini didasarkan pada enam dimensi Smart City yakni; Pertama, Smart Governance. Bagaimana pelayanan publik dapat dilakukan secara serentak baik pelayanan kesehatan maupun pendidikan. Sebagai contoh pelayanan administrasi di kelurahan.

Kedua, Smart Society yakni aspek pendidikan dan kesehatan. Ketiga, Smart Economy. Nantinya mahasiswa dapat menginventarisasi kegiatan ekonomi maupun industri kecil dari masyarakat sekitar serta penduduk yang datang memiliki bisnis di wilayah tersebut.

“Sebagai contoh di wilayah Alun-Alun Bekasi. Kegiatan (ekonomi) nya sudah luar biasa. Bagaimana hal itu digarap, agar pedagangnya jadi tertib, menarik serta meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.

Keempat, Smart Environment (Lingkungan) yang bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar baik pencemaran air maupun udara.

“Juga masalah sampah yang menjadi problema di masyarakat bisa terkelola dengan baik,” katanya.

Kelima, Smart Living (Kualitas hidup). Tujuannya, agar masyarakat nyaman tinggal di wilayah Kota Bekasi.

“Diharapkan nantinya mahasiswa dapat memberikan pendampingan kepada masyarakat agar tertib dan mengetahui bagaimana memilih transportasi yang baik,” jelasnya.

Keenam, Smart Branding. Branding ini dimaksudkan agar Kota Bekasi mampu berdaya saing tinggi.

“Berikutnya smart tourism. Smart wisata ini akan cepat branding suatu kota,” katanya.

Dari 331 peserta KKN Tematik yang terdiri dari 5 Fakultas yang terbagi 15 kelompok di 15 RW, nantinya akan dilibatkan dalam praktik lapangan di 2 kecamatan.

“Seminggu kedepan para mahasiswa akan membuat rancangan observasi awal terkat data-data yang dicocokkan di lapangan,” kata Manajer Pemberdayaan ke Masyarakat dari LPPM Unisma Bekasi Hasan Basri.

Ia mengatakan, output dari pembekalan yang diberikan Diskominfo setempat mencakup profil UMKM. Selain itu, masyarakat nantinya mampu memahami prosedur pelayanan secara online.

“Di luar itu, harapan kami sesuai dengan keilmuan mahasiswa dapat terlibat dalam KKN Tematik tersebut,” tukasnya.

Konsep Smart City sendiri bermula dari prosedur pelayanan publik dan sudah dibuka oleh Diskominfo Kota Bekasi. Langkah ini nantinya akan terus dikembangkan juga digali sejumlah potensi yang telah dipetakan sebelumnya. (Dns)

Be the first to comment on "Diskominfostandi Gandeng Mahasiswa Unisma Bekasi Transformasi Masyarakat Smart City"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*