Bersedekah Bukan Hanya Bagi Yang Kaya

Oleh: DR. H. Agus Setiawan, Lc. MA, Biro Kepatuhan Syariah (BKS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)

Setiap manusia tentu mengharap kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Sejatinya dengan mengamalkan petunjuk Allah swt dan nasihat Rasulullah saw, manusia akan mendapatkan kebahagiaan.

Karena di sebalik petunjuk Allah dan Rasul-Nya pasti tersimpan keteraturan, keseimbangan dan kebahagiaan bagi kehidupan manusia.
Salah satu nya, Nabi saw pernah memberikan nasihat;

“Ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia (hamba), yaitu; sikap kikir yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang kepada diri sendiri”
(HR. Thabrani).

Syuhhun, artinya kikir lagi tamak. Sebelum harta Itu didapat, seseorang yang memiliki sikap syuhhun akan serakah, namun jika sudah didapat harta itu dia kikir.

Laa hawla walaa quwwata illa biLLah

Mengapa sikap kikir dikatakan membinasakan manusia?

Pertama, jika seseorang sampai kepada derajat kikir (melebihi bakhil), maka yang dikhawatirkan adalah menyentuh masalah keyakinan seseorang terhadap Zat Yang Memberi Rejeki. Yaitu Allah swt.

Karena Allah Yang Maha Pencipta, tentu tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.

‘Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.’
(QS. Al Hadiid: 7)

Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, ‘Hal ini menunjukkan bahwa harta kalian pada hakikatnya bukanlah milik kalian. Kalian hanyalah bertindak sebagai wakil atau pengganti dari pemilik harta yang sebenarnya. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memanfaatkan harta tersebut di jalan yang benar sebelum harta tersebut hilang dan berpindah pada orang-orang setelah kalian.’

Kedua, kekikiran itu akan mengajak manusia untuk melakukan berbagai dosa.
Nabi saw bersabda;

وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: أَمَرَهُمْ بِالْقَطِيعَةِ فَقَطَعُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْبُخْلِ فَبَخِلُوا، وَأَمَرَهُمْ بِالْفُجُورِ فَفَجَرُوا

‘Waspadalah dengan sifat ‘syuh’ (tamak lagi pelit) karena sifat ‘syuh’ yang membinasakan orang-orang sebelum kalian.

Sifat itu memerintahkan mereka untuk bersifat bakhil (pelit), maka mereka pun bersifat bakhil.

Sifat itu memerintahkan mereka untuk memutuskan hubungan kekerabatan, maka mereka pun memutuskan hubungan kekerabatan.

Dan Sifat itu memerintahkan mereka berbuat dosa, maka mereka pun berbuat dosa’.

(HR. Ahmad 2/195, Syaikh Syu’aib al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini Shahih).

Sikap kikir membuat seseorang enggan untuk bersilaturahim. Berhitung untung rugi secara materi jika ia berkunjung ke tempat kerabat, sahabat dan lainnya.
Sikap kikir juga membuat seseorang enggan mengeluarkan zakat. Tega membiarkan orang miskin dan lain-lain.

Ketiga, sikap kikir akan menghilangkan keberkahan harta tersebut.

Nabi saw pernah berpesan kepada Asma binti Abu Bakar ra :

‘Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.’
(HR. Bukhari)

Keempat, sikap kikir akan merusak persahabatan dan pertemanan.

Dalam pergaulan tentunya menjadi keumuman jika seorang sahabat dengan lainnya saling memberi. Saling berbagi. Mentraktir. Memberi oleh-oleh satu dengan yang lain.

Namun orang yang kikir, tak pernah membalas kebaikan teman nya. Tak pernah berbagi. Mau nya hanya diberi dan enggan memberi. Tentu sikap ini akan mengganggu persahabatan.

Subhanallah, ternyata begitu dalam dan luas dampak dari sikap kikir.

Karena itulah anjuran bersedekah bukan hanya bagi orang kata saja. Tapi juga termasuk orang miskin.

_’Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit…’
(QS. Ali Imran ayat 133 – 134)

Agar setiap kita meyakini bahwa harta yang kita miliki hakekatnya dari Allah swt.

Agar setiap kita terhindar dari sikap kikir.

Wallahu A’lam

Be the first to comment on "Bersedekah Bukan Hanya Bagi Yang Kaya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*