Ada apa dengan PPDB online tahun 2018 di Kota Bekasi?

ilustrasi siswa/ist

BEKASIMEDIA.COM – Banyak warga Kota Bekasi yang berkeluh kesah tentang betapa ribetnya mengurus pendaftaran anak sekolah saat ini. Banyak warga yang memperjuangkan hak anaknya untuk mendapatkan sekolah negeri yang katanya bisa gratis.

Banyak Anak-anak yang bersedih hati bahkan menangis karena gagal masuk ke sekolah impiannya karena aturan zonasi.

Fitriah, lulusan SDN Kota Baru VII Bekasi Barat harus pasrah masuk SMP swasta ketika sudah bersusah payah mendaftar PPDB online di SMPN 13 yang letak rumah nya hanya beda RW.

Meski nilai NEM-nya cukup tinggi, yaitu 222,55.namun Fitiriah gagal masuk negeri.

Fitriah adalah anak dari keluarga tidak mampu. Ayah Fitriah, Edy Sutiyono bekerja sebagai petugas satpam komplek perumahan, kini ia harus berpikir keras bagaimana untuk membiayai sekolah anaknya di swasta.

“Iya anak saya gagal masuk negeri, padahal nilainya cukup bagus,” katanya kepada bekasimedia.com, Kamis (12/7/2018).

Menjadi pertanyaan, apakah PPDB Online betul-betul transparan. Sistem zonasi yang dipakai saat ini juga belum memberikan rasa keadilan karena jumlah sekolah di setiap zona tidak sama. Selain itu, kualitas sekolah di masing-masing zona juga belum setaraf.

Edy menceritakan, kakaknya Fitriah dulu putus sekolah di tengah jalan karena kekurangan biaya.

“Ibunya sudah lama meninggal, dan ada adiknya yang masih berusia 4 tahun,” sambung Edy.

Evi, warga Kotabaru yang menaruh perhatian dan membantu mengurus kelangsungan pendidikan Fitriah, berharap Dinas Pendidikan Kota Bekasi lebih peduli lagi dengan permasalahan seperti ini.

“Apakah sistem dan kebijakan yang telah dibuat dan diberlakukan saat ini sudah melindungi hak masyarakat Kota Bekasi mendapatkan pendidikan?”

(trm)

Be the first to comment on "Ada apa dengan PPDB online tahun 2018 di Kota Bekasi?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*