BEKASIMEDIA.COM Program kuliah sambil kerja di Taiwan

Menu

Mode Gelap
Heri Sholihin Menang, Kota Bekasi Punya Wali Kota Baru Soal Kisruh Data PKH Ini Penjelasan, Anggota DPRD Enie Widhiastuti Ketua Fraksi PKS Kota Bekasi Terkait TKK Minta Pemkot Lakukan Langkah Ini Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan di Masa Sosialisasi Para Caleg dan Partai Pahami Aturan yang Berlaku Islamic Book Fair 2023: Memperkenalkan Buku sebagai Pilar Peradaban

Advertorial · 17 Mei 2024 08:26 WIB ·

Program Kuliah Sambil Kerja, SMK BKM 2 Bekasi Kerjasama dengan Fooyin University Taiwan


 Program Kuliah Sambil Kerja, SMK BKM 2 Bekasi Kerjasama dengan Fooyin University Taiwan Perbesar

BEKASIMEDIA.COM – Sekolah Menengah Kejuruan Bina Karya Mandiri (SMK-BKM) 2 Kota Bekasi menjalin kerjasama dengan Fooyin University Taiwan. Kerjasama ini merupakan yang kedelapan, serta dalam kerjasama ini, lulusan SMK BKM 2 dapat mengikuti program kuliah sambil bekerja di Taiwan.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan oleh Kepala SMK BKM 2, Ayung Sardi Dauly dan Fooyin University juga disaksikan oleh General Affair Yayasan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Pendidikan (YP3TK) Internasional, Mia Siti Mainasoroh (27/4).

“Ada dua program yang ditawarkan, yaitu kuliah selama 4 tahun atau 1+4, dengan 1 tahun kursus bahasa Mandarin diikuti oleh 4 tahun kuliah,” ujar Ayung kepada bekasimedia.com pada Jum’at (17/5/2024).

Ayung menjelaskan bahwa SMK BKM 2 telah menjalin banyak kerjasama dengan dunia kampus di luar maupun dalam negeri. Kerja sama dengan Fooyin University merupakan yang kedelapan hingga saat ini.

“Fooyin University adalah Universitas kedelapan yang berkolaborasi dengan SMK BKM 2 dalam program double track atau kuliah sambil bekerja,” tambah Ayung.

Pada sesi pemaparan Fooyin University kepada para siswa, disampaikan perkiraan perbandingan gaji antara bekerja di Indonesia dan di Taiwan. Di Indonesia, gaji berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp4 juta, sedangkan di Taiwan dapat mencapai Rp7,5 juta./bulan dengan 20 jam kerja

“Dalam program double track ini, setelah menyelesaikan kuliah, upah yang bisa diterima mencapai Rp14 juta hingga Rp17 juta,” lanjut Ayung.

Penting untuk dicatat bahwa pemberangkatan siswa untuk bekerja dan kuliah diluar negeri tahun ini adalah angkatan keenam. Sebelumnya, angkatan pertama berangkat pada 2017, angkatan kedua pada 2018, angkatan ketiga pada 2019, angkatan keempat pada 2022 dan angkatan kelima pada 2023.

“Tidak ada pemberangkatan pada tahun 2020 hingga 2021 karena adanya pandemi Covid-19,” pungkas Ayung. (*)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Siswa SMPIT Prestasi Cendekia Torehkan Prestasi Gemilang di Olimpiade Matematika dan TKA Bahasa Indonesia

5 Juni 2026 - 20:58 WIB

Menginspirasi dan Berprestasi, 10 Siswa Terbaik Warnai Kelulusan SDN Sukarukun 01

3 Juni 2026 - 10:07 WIB

Bambang Purwanto Ingatkan Risiko Hukum dan Lingkungan Pembentukan Anak Usaha Migas

26 Februari 2026 - 10:36 WIB

DPRD: Modernisasi Angkot Harus Lindungi Pelaku Usaha dan Penumpang

26 Februari 2026 - 10:15 WIB

Aspirasi BPJS Mengemuka, DPRD Bekasi Siap Kawal Hingga RKPD 2027

26 Februari 2026 - 10:05 WIB

Gilang Esa Kawal Perbaikan Infrastruktur di Bekasi Barat

26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Trending di Advertorial