fbpx

Kawali Sikapi Dugaan Limbah Minyak dan Sampah di Kepulauan Seribu

BEKASIMEDIA.COM – Kawali Menyikapi kembali adanya dugaan pencemaran limbah Minyak/Pek dari pengeboran Migas dan limbah Sampah dari daratan di kepulauan seribu. Sampah kiriman bercampur limbah PEK melintas dan terdampar di sepanjang kepulauan Seribu

Limbah PEK diduga dari Kilang Migas di kepulauan seribu dan limbah sampah bisa jadi kiriman dari sungai Ciliwung di DKI, Banten dan Jawa barat.

Pencemaran PEK dan Sampah ini sudah sering terjadi, perlu dipertanyakan kinerja Para pejabat terkait dan khususnya Dirjen- dirjen terkait yang gagal melaksanakan amanat UULH Th 32/97 lebih baik mundur daripada diberhentikan tidak hormat atas kegagalan dalam menjalankan mandat Negara (lalai dalam pekerjaannya):

RISIKO PIDANA PEJABAT LINGKUNGAN HIDUP

Pasal 112 UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkunan Hidup.

Setiap pejabat berwenang yang dengan sengaja tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan dan izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 dan Pasal 72, yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun

Pencemaran limbah Minyak (PEK) ini diduga di sebabkan adanya dampak dari aktivitas explorasi kilang minyak yang ada disebelah timur (Kepulauan seribu utara, nyaris diperbatasan)

Koalisi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (KAWALI) mengimbau kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk tegas menyikapi terjadinya pencemaran ini yang sudah sering berulang kali terjadi di kepulauan seribu, KAWALI dan warga kepulauan seribu berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera menindak tegas dan memberikan sangsi sebenar-benarnya kepada perusahaan pelaku pemcemaran tersebut dan menindak akan kelalaian kerja dan pengawasan Pejabat yang berwenang dalam dalam hal kasus Pencemaran ini.

Dampak pencemaran minyak ini tentunya merusak kondisi ekosistem lingkungan laut di kepulauan seribu dan ini sudah sering berulang-ulang terjadi!

Puput TD Putra (Direktur Nasional Eksekutif KAWALII

Adrie Charviandi (Deputy 1 KAWALI)

Be the first to comment on "Kawali Sikapi Dugaan Limbah Minyak dan Sampah di Kepulauan Seribu"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: