PP Muhammadiyah: Perlu Ada Tindakan Hukum untuk Pelaku LGBT

BEKASIMEDIA.COM – Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Simanjuntak mengatakan RUU KUHP terkait LGBT (Lesbian, Gay, Biseks, dan Transgender) perlu untuk menghukum pelaku.

“LGBT Jadi masalah serius di Indonesia tentunya diperlukan instrumen untuk menghukum mereka yang mendemonstrasikan dan mengkampanyekan mengenai penyakit mereka,” kata Dahnil saat ditemui di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

Selain itu, kata Dahnil, perlu juga diberikan perlindungan bagi mereka yang ingin dibina.

“Terutama mereka yang sadar bahwa mereka sakit. Yang jadi masalah jika mereka tidak sadar jika sakit dan itu harus ada peraturan hukum mengenai hal itu,” tambahnya.

Sebelumnya Komisi III membahas di Gedung Nusantara, Senin (29/1/2018). Setelah pembahasan RUU tersebut ditemui di Gedung Nusantara, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa tidak ada pembahasan rancangan undang-undang khusus terkait lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) seperti yang tengah ramai diberitakan saat ini.

“Memang tidak ada pembahasan RUU soal LGBT,” ujar Bambang. Namun kata Bambang sikapnya jelas menolak legalitas LBGT.

“Sikap saya jelas bahwa kita harus menolak legalitas LGBT. Karena itu yang merusak moral bangsa,” kata dia kemudian.

Bambang menjelaskan, persoalan LGBT memang tidak dibahas secara khusus di parlemen. Namun, hal itu sempat dibahas dalam pembahasan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (I)

Be the first to comment on "PP Muhammadiyah: Perlu Ada Tindakan Hukum untuk Pelaku LGBT"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*