Ridwan Kamil, Kenapa PDIP Tak Mencalonkannya?

Ridwan Kamil, saat itu hubungannya dengan dua partai pengusung di Pilwakot Bandung (PKS & Gerindra) masih romantis meski gerimis.

Saat itu, survei dan opini yang berkembang; hanya Ridwan Kamil atau Risma yang bisa mengalahkan Ahok di Pilgub Jakarta.

Saat itu, Ridwan Kamil mulai main-main ke Jakarta. Langsung bertandang ke markas Jakmania di Senayan. Ini kisah nostalgia awal tahun 2016.

Februari 2016. Tiba-tiba saja Jokowi memanggil Ridwan Kamil. Ia memberi saran agar RK mundur, jangan ke Jakarta, jangan melawan Ahok. Titik.

Agustus 2016, RK hadir di acara PDIP. Ada adegan yang sangat dikenang, RK sungkem kepada Megawati

Sejak saat itu, RK makin jauh meninggalkan orang-orang yang dulu menguras keringat, membantunya jadi Walikota Bandung. Namun takdir kemudian berkata lain. Meski tanpa RK, ternyata Ahok bisa dikalahkan.

Ketika Pilgub Jakarta belum lagi usai. NasDem membuat kejutan. Viktor Laiskodat mengumumkan partainya telah meminang RK jadi Cagub Jabar. Yang dipinangpun langsung mengangguk setuju.

Semua tahu. NasDem adalah sekutu utama Jokowi dan PDIP. Maka langkah NasDem mengambil RK dari PKS dan Gerindra, dianggap sebagai kepanjangan tangan rencana PDIP di Jawa Barat.

Namun, kenyataan berkata lain. Meski RK kunjungi Markas DPP PDIP di hari-hari terakhir, saat injury time, Moncong putih memajukan nama TB Hasanudin-Anton Charliyan.

“Kenapa PDIP tidak memajukan RK?”

Ada dua kemungkinan…

Kemungkinan pertama: PDIP meragukan konsistensi RK

Ridwan Kamil dengan sangat mudahnya meninggalkan PKS-Gerindra yang telah mengusungnya jadi Walikota Bandung. Saat itu, alasannya karena tak mau jadi kader partai.

Namun saat dipinang Golkar, dihadapan Setya Novanto yang saat itu belum ditangkap KPK, dengan bangga RK mengatakan siap jadi kader Golkar.

Ada inkonsistensi. Nah, PDIP tak mau kejadian sama terulang, bakal dengan mudah ditinggalkan RK, suatu saat nanti.

Kemungkinan kedua: PDIP Sebenarnya dukung RK

Memperhatikan hasil polling di media sosial, dimana pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan hampir selalu berada di urutan terbawah, artinya tidak ada upaya serius dari PDIP untuk menaikan suara paslonnya di media sosial, padahal PDIP juara di Jabar saat pemilu legislatif 2014 lalu. Atas dasar hal ini, bisa jadi sebenarnya di belakang panggung, RK yang didukung PDIP.

Sementara Tb Hasanuddin yang juga purnawirawan jenderal hanya pemecah suara saja. Bagaimana agar suara para pengagum TNI yang sedang naik daun, tidak seluruhnya lari ke pasangan Sudrajat-Syaikhu. Mungkinkah demikian? Selalu ada kemungkinan dalam politik.

 

Bekasi kemarin sore, 17 Januari 2018

Enjang Anwar Sanusi
#catatanenjang untuk #pilgubjabar

Be the first to comment on "Ridwan Kamil, Kenapa PDIP Tak Mencalonkannya?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*