Pengaruh Imunitas Tubuh dengan Herbal Beda dengan Vaksin Difteri

BEKASIMEDIA.COM — Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg. Dezy Syukrawati mengatakan bahwa reaksi obat herbal hanya berdampak pada imunitas tubuh berbeda dengan vaksin khusus untuk penyakit difteri.

Menurut dia, saat ini ada sebahagian masyarakat yang mengandalkan kekuatan imunitas tubuhnya dengan mengkonsumsi herbal. Pada dasarnya obat herbal dapat menambah daya tahan tubuh, namun tidak secara spesifik dapat menangani penyakit difteri.

“Herbal menaikan stamina tubuh secara umum, tapi tidak spesifik untuk virus itu,” ujar Dezy saat ditemui di kantornya, Jalan Jend. Sudirman, Kranji, Bekasi Barat, Kamis (18/1/2018).

Dezy melanjutkan, dirinya tidak menampik manfaat obat herbal untuk mengobati penyakit. Namun, tambah dia, guna menangani penyakit difteri diperlukan vaksin khusus yang telah teruji secara klinis.

“Kalau herbal itu kita tidak bisa mengukur, sedangkan kalau vaksin itu hasil penelitian sehingga bisa diukur,” kata dia.

“Herbal itu bisa menaikan daya tahan tubuh, tapi apakah yakin bisa menekan virus, kan belum tentu,” tambah dia.

Maka is mengimbau masyarakat tidak menolak program pemerintah yang memberikan vaksinasi difteri. Terlebih program ini digratiskan, khususnya untuk anak-anak usia 1-19 tahun.

“Sekarang juga kita imbau masyarakat dewasa juga, kalau ada kesempatan lakukan imunisasi di rumah sakit, tapi pemerintah tidak menyiapkan atau membiayai (tidak gratis) tapi silakan lakukan,” tambah dia. (Dns)

Be the first to comment on "Pengaruh Imunitas Tubuh dengan Herbal Beda dengan Vaksin Difteri"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*