Baitul Maal Hidayatullah Luncurkan Program ‘Sekolah Ibu Hebat’

BEKASIMEDIA.COM – Tidak sedikit jumlah janda dan ibu dhuafa di Indonesia yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Sebagian besar dari mereka kurang ditunjang dengan pendidikan dan keterampilan yang cukup sehingga melakukan apapun untuk menyambung hidup. Padahal, dengan diberi keterampilan, bukan tidak mungkin, ada peluang wirausaha yang dapat mereka lakukan untuk memiliki hidup yang lebih baik.

Hamidah, misalnya. Janda tiga anak yang tinggal di Bekasi ini, harus menghidupi ketiga anaknya dengan berjualan susu kedelai dan kerupuk keliling kampung. Sejak 2006, suaminya sakit dan tidak mampu lagi bekerja hingga akhirnya meninggal dunia pada tahu 2013.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Lembaga Amil Zakat Nasional, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), menggiatkan program pemberdayaan ibu dengan nama “Sekolah Ibu Hebat”. Melalui program ini, BMH memberikan program pelatihan keterampilan untuk janda dan ibu dhuafa, seperti membuat kue, kerajinan tangan, dan produk-produk makanan lainnya.

Menurut Direktur Operasional BMH, Rama Wijaya, gagasan untuk membuat “Sekolah Ibu Hebat” merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup mereka dengan kemandirian.

Sebenarnya, pemberian pelatihan kepada ibu sudah dilakukan BMH dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja pelatihan pembuatan abon dan stik tulang ikan di Pakowa Bunta, Sulawesi Tengah, kue onde-onde dan peyek di Semarang, dan pelatihan menjahit di Jawa Timur. Program-program tersebut sudah menyasar sekitar 360 janda dan ibu dhuafa.

“Insyaa Allah, melalui program ini, BMH berencana memberikan pelatihan kepada 1300 ibu dhuafa di beberapa daerah di Indonesia agar makin banyak ibu tulang punggung keluarga yang mandiri dan makin sejahtera,” jelasnya lagi.

Kemarin (27/12), Sekolah Ibu Hebat secara resmi diluncurkan di Islamic Center, Bekasi. Sekitar 60 janda dan ibu dhuafa dengan semangat mengikuti pelatihan membuat kue dari ubi ungu bersama Neni Sukmayani, pendiri Komunitas Bakul Kue Rumahan Indonesia.

Dengan telaten, Ibu Neni atau akrab disapa Teh Nenis ini, mengajarkan para ibu membuat Kue Widaran Keju, Kue Garpu dan nugget. Dipilihnya ubi ungu, salah satunya karena murah dan dapat dikreasikan menjadi makanan. Apalagi di Bekasi, ubi ungu masih mudah didapatkan.

Selesai berlatih membuat kue, peserta juga mendapat motivasi kewirausahaan dari Yurnia Indriasari, pengusaha ayam potong, Ayam Karkas. Indri bercerita bagaimana ia berjuang menjual sepuluh ton ayam padahal saat itu ia belum punya pelanggan dan baru pertama kali membuka usaha.

“Yang penting jangan takut, Bu. Mulai saja. Ibu juga harus punya tujuan yang kuat supaya kalau menemui hambatan, Ibu tetap semangat,” ujar lulusan Universitas Trisakti ini.

Untuk saat ini, BMH akan menyelenggarakan Sekolah Ibu Hebat di Jabodetabek dan selanjutnya akan menyasar daerah-daerah lain di Indonesia. (Lam)

Be the first to comment on "Baitul Maal Hidayatullah Luncurkan Program ‘Sekolah Ibu Hebat’"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*