Rektor Unisma Bekasi: Smart City Bukan Proyek Walikota tapi Impian Bersama

BEKASIMEDIA.COM – “Smart city menjadi project besar kota Bekasi, tidak hanya membangun infrastruktur saja, melainkan membangun karakter yang baik dan peradaban, untuk itulah diperlukan 3 sistem yaitu user, regulator dan provider.” ujar, Dr. Nandang Najmulmunir, Selaku Rektor Universitas Islam ’45’ (Unisma) Bekasi di acara Seminar Nasional Peran Pendidikan Menuju Smart City di Islamic Center, Bekasi (21/12/2017)

Konsep Smart City hadir karena banyak permasalahan yang terjadi di suatu kota yang tidak bisa diselesaikan secara parsial tradisional, namun harus memerlukan pendekatan komprehensif, integral dan modern yang berbasis teknologi.

“Teknologi informasi sudah menjadi bagian dari kehidupan, semua sudah berbasis IT, sehingga semua bisa diandalkan,” katanya.

Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Doktor Manajemen Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Unisma Bekasi ini mengusung peran pendidikan menuju smart city sesuai dengan UU No. 20/2003 tentang SPN pasal 3 menyebutkan pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa.

“Jadi, smart City bukan hanya proyek walikota, melainkan proyek kita bersama, karena smart city itu merupakan kota impian. Dengan adanya smart city memudahkan warganya untuk membantu melakukan berbagai hal kegiatan masyarakat, terutama dalam upaya mengelola sumber daya yang ada dengan efisien, serta memudahkan mengakses informasi kepada masyarakat, hingga untuk mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.” Imbuhnya kemudian.

Salah satu fasilitas untuk smart city, kata Nandang pastinya harus ada wifi di ruang publik, agar akses internet mudah diakses. (cj/Tia)

Be the first to comment on "Rektor Unisma Bekasi: Smart City Bukan Proyek Walikota tapi Impian Bersama"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*