Ini Penjelasan BPJS atas Penolakan Pasien oleh Oknum Dokter RSUD Kota Bekasi

BEKASIMEDIA.COM – Direktur utama BPJS Kesehatan kota Bekasi, Farida Hanoum, membantah dokter ortopedi RSUD kota Bekasi menolak pasien pengguna BPJS Kesehatan. Kepada bekasimedia.com lewat telepon selulernya, Kamis (21/12/2017), Hanoum menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah penolakan.

“Bukan ditolak, tapi untuk kasus Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) harus diurus penjaminannya ke Jasa Raharja (JR). Pada saat JR tidak tanggung baru akan ditanggung BPJS Kesehatan. Jadi keluarga pasien diminta untuk mengurus laporan polisi kemudian dibawa ke Jasa Raharja,” terangnya.

Hanoum menambahkan semua kasus kecelakaan lalu lintas adalah tanggungjawab PT. Jasa Raharja, kecuali kecelakaan kerja yang ditanggung BPJS Tenaga Kerja (BPJSTK). Hal itu kata Hanoum, tertuang dalam Permenkes No.71/2013 jika JR tidak tanggung maka akan ditanggung BPJSTK dan harus ada surat keterangan dari PT. Jasa Raharja bahwa pasien tidak ditanggung.

Hanoum menjelaskan tahapan pertama Jasa Raharja dulu yang meng-cover dan kelebihan biaya baru di-cover BPJS.

Sementara itu, Ayung, ayah pasien yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah swasta di kota Bekasi mengakui bersyukur anaknya kini sudah mendapatkan jaminan asuransi dari PT. Jasa Raharja dan kini akhirnya anaknya jadi dirujuk ke RS. Persahabatan karena RSUD kota Bekasi tidak memiliki alat untuk pemeriksaan jaringan saraf.

Pihak RSUD kota Bekasi melalui Kepala Bidang Keperawatan, dr. Sudirman juga sudah mengklarifikasi kronologisnya sekaligus meminta maaf kepada dirinya atas ucapan sebelumnya. (Dns)

Be the first to comment on "Ini Penjelasan BPJS atas Penolakan Pasien oleh Oknum Dokter RSUD Kota Bekasi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*