Keabsahan Sertifikat Tanah Rusunawa Bekasi Timur Dipersoalkan Ahli Waris

BEKASIMEDIA.COM – Keluarga Ahli waris (Siman alm) bersama Fadli Zulkarnaen selaku kuasa pendamping dalam dugaan Kasus penyerobotan lahan seluas 10520 meter persegi, dengan penetapan buku Huruf C No: 182, atas nama Siman (alm), yang diduga dilakukan oleh mafia perizinan Pemkot Bekasi akhirnya terkuak, setelah adanya pemanggilan yang dilakukan oleh Bagian Badan Pertanahan kota Bekasi, dengan menghadirkan kedua belah pihak, di kantor Pemkot bekasi, Gedung lama Lantai 2, Senin (10/10).

Fadli Zulkarnaen, selaku kuasa pendamping ahli waris, sekaligus sebagai Sekjen Dewan Pimpinan Cabang Garda Tipikor Indonesia (DPC GTI) kota Bekasi, kepada media menuturkan, bahwa kehadirannya beserta keluarga ahli waris, merujuk pada undangan bagian kantor Badan Pertanahan untuk mengklarifikasi surat somasi yang telah dua kali dikirim. “Baru pada Senin (10 September 2016), ada respons dari Pemkot Bekasi, bagian pertanahan, dan akhirnya diadakanlah pertemuan di ruang kerja Kabag Pertanahan kota Bekasi,” katanya.

Sementara itu menurut Jenan, keluarga dari ahli waris, bahwa sebelum adanya kali/saluran, sejak dahulu lahan tersebut masih dikuasai oleh kakeknya (Siman alm). “Dan sepengetahuan saya lahan tersebut belum pernah diperjual belikan dengan siapa pun,” jelasnya.

Jenan melanjutkan, seiring berjalannya waktu, memang dahulu lahan tersebut pernah digarap oleh H. Nagan pada pada tahun 80-an, sampai akhirnya pada waktu itu pernah muncul sertifikat, “Akan tetapi dari pihak keluarga terus berusaha mencari tahu sumber surat tersebut, dan pada akhirnya di ketahui surat tersebut Aspal,” tukasnya.

Jenan menyatakan, sebagai keluarga ahli waris dia akan memperjuangkan terus hak-hak keluarganya, walaupun di atas lahan tersebut saat ini sudah berdiri bangunan rusunawa.

“Sedangkan untuk pengurusan masalah lahan keluarga kami yang antara ada dan tiada, tapi nyata kata, untuk kepengurusan selanjutnya sudah kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Fadli Zulkarnaen, yang sekaligus sebagai Sekjen DPC GTI Kabupaten bekasi,” paparnya lagi.

Sementara itu, Sudiana, Kabag Pertanahan kota Bekasi menjelaskan, terkait hadirnya keluarga ahli waris (Siman alm) beserta kuasa hukumnya, mengklaim di atas lahan tersebut, telah berdiri bangunan Rusunawa Pemkot bekasi yang ada di kelurahan Bekasi jaya, Kecamatan Bekasi Timur yang diakui sebagai lahan milik keluarga ahli waris seluas 13. 000 meter.

Dikatakan Sudiana, bahwa Pemkot Bekasi sebelumnya telah membeli tanah untuk membangun rusunawa tersebut.

“Kami telah membeli tanah yang ada sertifikat atas nama Yuki Gunawan, Sonata Somali 2 buku dan yang lainnya merupakan tanah garapan yang telah diselesaikan dengan penggarap,” ungkapnya.

Dikatakannya, kehadiran pihak ahli waris di kantor Badan Pertanahan Kota Bekasi, mengklaim bahwa di atas lahan miliknya ada bangunan rusunawa Pemkot Bekasi dikarenakan pihak ahli waris  mempunyai data surat tanah tersebut, berdasarkan Leter C. No : 182, dengan demikian pihaknya menanyakan keberadaan tanahnya.

“Data Ini mungkin ditemukannya baru-baru saja, dan pihak pengklaim juga tidak mengetahui sebelumnya ada penjualan atau tidak,” bebernya.

Selanjutnya, Sudiana mengaku akan melakukan pengecekan ke BPN Kota Bekasi atas kebenaran sertifikat tersebut yang sudah diklaim atas nama ahli waris. Dia pun berharap sertifikat tersebut tidak keluar atas nama lain.

“Kita akan laporkan ke Walikota terkait informasi yang ada bahwa girik yang diajukan (Ahli Waris, red) di atasnya telah ada sertifikat dan pihak ahli waris pun tidak mengenal pemilik sertifikat tersebut,” ujarnya.

sudiana melanjutkan, seharusnya ahli waris menggugat pemilik sertifikat, dikarenakan Pemkot telah membayar kepada pemilik sertifikat atas nama Yuki gunawan, Sonata somali 2 bidang, dan penggarap lainnya,

“Pemkot tidak akan membayar dua kali dalam satu lahan, karena data mereka sudah tertutupi oleh sertifikat,” pungkasnya. (*)

Be the first to comment on "Keabsahan Sertifikat Tanah Rusunawa Bekasi Timur Dipersoalkan Ahli Waris"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*