Ibu Ini Kehilangan Uang Puluhan Juta Akibat Kejahatan Internet Banking

BEKASIMEDIA.COM – Indah Ari Setyawati, seorang warga Bogor yang tinggal di Jimbaran Bali harus kehilangan uang puluhan juta karena kejahatan sistem IT. Uang di rekening banknya terkuras habis, justru ketika kartu di telepon genggamnya bermasalah dan fasilitas internet banking tidak bisa digunakan. Indah menduga ada pihak lain yang menggunakan nomor telepon genggamnya untuk melakukan internet banking.

Berikut ini keluh kesah lengkapnya yang diterima bekasimedia.com, Rabu (19/10/16);

Puluhan Juta Uang Saya Raib Dengan Kejahatan ITE

Saya ingin menceritakan kronologi musibah yang baru saja menimpa saya, berawal pada tanggal 08 Oktober 2016 sekitar pukul 21:30 WITA, pada saat saya ingin menggunakan ponsel saya untuk menghubungi suami saya tiba-tiba handphone saya tidak bisa digunakan karena tidak ada signal (No Service). Saya berfikir ini hanya gangguan jaringan biasa, namun ternyata berlanjut sampai di hari minggu tanggal 09 oktober 2016, ponsel saya masih tidak dapat digunakan untuk menelpon apalagi bertransaksi internet banking. Namun di hari Senin tanggal 10 Oktober 2016 sekitar pukul 13:00 WITA saya berniat intuk menarik uang tunai di atm CIMB NIAGA terdekat, namun mendadak saya tidak dapat menarik uang di rekening CIMB Niaga saya dikarenakan saldo saya tidak mencukupi karena sisa saldo saya Rp. 61.000,- (enam puluh satu ribu rupiah).

Saya coba menghubungi Call Centre CIMB Niaga di nomor 14041 untuk menanyakan perihal sisa saldo di rekening saya, ternyata disitu saya diberitahu oleh customer service nya bahwa ada transaksi “TRANSFER NORMAL” yang dilakukan tanggal 8 Oktober 2016 ke rekening lain dan bukan saya yang melakukan transaksi tersebut. Setelah saya menghubungi Call Center 14041 saya segera menuju Bank CIMB NIAGA  Cabang Pembantu di Nusa Dua Bali, dan ternyata benar ada transaksi-transaksi  melalui internet banking (cimbclicks) ke nomor rekening yang saya tidak kenal pada tanggal 8 Oktober 2016 pukul 20:39:32 dan bertepatan dengan kartu handphone saya tidak bisa digunakan atau (NO SERVICE).

Korban internet banking

Saya coba menjelaskan hubungan antara Nomor Handphone dan transaksi internet banking CIMB Niaga. Apabila kita ingin melakukan transaksi via internet banking antara lain transfer ataupun yang lainnya, kita diharuskan memasukkan User ID dan Password, dan pada saat kita ingin melanjutkan transaksi tersebut kita akan dimintakanmPIN. Nah mPIN tersebut biasanya dikirimkan melaluiSMS ke nomor handphone yang sudah di registrasi via ATM ataupun langsung via Customer Service di Bank CIMB Niaga. Jadi pada saat nomor handphone saya tidak bisa digunakan pada malam itu, ada kemungkinan ada yang mengambil alih nomor handphone saya untuk bertransaksi menggunakan cimbclicks. Pada tanggal 8 Oktober 2016 tersebut sekitar pukul 12:30 WITA saya meregistrasi ulang cimbclicks saya di ATM CIMB Niaga Jimbaran dengan nomor 081558415674, karena sebelumnya saya meregistrasi dengan nomor 081314196262. Tetapi pada saat meminta data transaksi di Bank CIMB Niaga tanggal 10 Oktober 2016 ternyata nomor saya 081558415674 tidak terdaftar di etp atau sistem Bank CIMB Niaga. Saya sempat kaget dan bertanya sendiri kok bisa tidak terdaftar sedangkan prosedur dari Call Centre CIMB Niaga 14041 bahwa registrasi cimbcliks bisa melalui ATM CIMB Niaga. Kalau memang nomor yang saya daftarkan untuk cimbclicks melalui ATM tidak masuk ke sistem, pasti akan ada berjuta-juta nasabah yang mendaftar cimbclicks melalui ATM yang akan dirugikan.

Akhirnya saya meminta copy rekaman transfer tersebut, dan disitu terlihat jelas bahwa ada transaki transfer rekening ke bank lain dan pembelian pulsa melalui cimbclicks. Pihak Customer Service Bank Niada menganggap bahwa transaksi itu NORMAL. Saya tidak mengerti maksud dari pernyataan NORMAL tersebut karena jelas-jelas bukan saya yang bertransaksi. Akhirnya saya menuju Gerai Indosat Kuta di Jalan Bypass Ngurah Rai – Bali, saya coba meminta historical penggantian kartu SIM saya. Dan ternyata pada malam itu tanggal 8 Oktober 2016 bertepatan dengan tidak berfunsinya Katu SIM saya, ada request “Upgrade kartu SIM dari 3G ke 4G” atas namaRENALDO di Gerai Indosat Kayoon Surabaya pada pukul 19:01:25 WIB dengan CSR yg melayani pada saat itu bernama ZULAFIF. Dengan proses yang sangat singkat hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu menit mulaidari pukul 19:01:25 WIB sampai dengan pukul 19:02:06 WIBdan penggantian kartu pun selesai, yang paling membuat saya heran adalah apabila kita request untuk Upgrade Kartu SIM kita dari 3G ke 4G seharusnya membawa fisik kartu sebelumnya, sedangkan fisik kartu tersebut masih ada pada saya. Artinya SOP dan Kebijakan Penggantian Kartu yang sudah di tetapkan jelas telah dilanggar. Dan sampai saat ini saya meminta bantuan kepada Gerai Indosat Kuta di Jalan Bypass Ngurah Rai – Bali untuk meminta data dan form verivikasi dari Gerai Indosat Kayoon Surabaya, namun sampai saat ini belum verifikasi dari Pihak Indosat Kayoon Surabaya dengan alasan CSR yg menangani yg bernama ZULAFIF sedang tidak bekerja dan berada di Kota Malang – Jawa Timur dan data penggantian kartu tersebut hanya dipegang oleh CSR yang pada saat itu mengangani.

Sampai saya bertanya pada pihak Indosat Kuta Bali pasti ada CCTV atau rekaman kegiatan di gerai tersebut, dan dari Pihak Indosat beralasan bahwa CCTV hanya dipasang di Kasir karena gerai tersebut akan segera pindah. Artinya Pihak dari Indosat tidak mau bertanggung jawab atas kelalaian yang dilakukan oleh CSR yang mengganti Nomor Kartu SIM saya kepada orang lain yang tidak bertanggung jawab. Atau memang ada unsur kesengajaan dengan melihat proses yang di luar standar kebijakan penggantian kartu atau SOP yang sudah ditetapkan yang mengakibatkan kerugian Rp. 37.437.000,- (Tiga puluh tujuh juta empat ratus tiga puluh tujuh ribu rupiah).

Demikian kronologis kejadian pencurian dana saya di rekening CIMB Niaga yang bisa saya jelaskan.

Terima kasih.

Best Regards
Indah Ari Setiyawati

Be the first to comment on "Ibu Ini Kehilangan Uang Puluhan Juta Akibat Kejahatan Internet Banking"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*