Aneh, Gedung Publik Dicek Izin SLF-nya, Gedung Sendiri Diabaikan?

BEKASIMEDIA.COM – Kepala Seksi Wasdal Pembongkaran Bangunan, Bilang Nauli, mengatakan idealnya memang semua gedung yang belum dipakai sudah memiliki sertifikat laik fungsi (SLF), karena ini menyangkut keselamatan publik pengguna bangunan gedung atau apartemen.

Sementara itu terkait kebakaran yang menimpa gedung pemerintah hingga kedua kalinya dirinya juga bertanya-tanya kenapa selalu mengurusi SLF gedung orang lain, sementara gedung-gedung pemerintah terbengkalai pengawasannya?

“Saya sendiri juga heran nih, dan ini juga perlu di-push dengan media, saat ini kita ngurusin gedung orang sementara gedung pemerintah sendiri tidak disiapkan hydrant-nya, mestinya memang di kawasan jalan Juanda itu harus ada Hydrant, harus ada bunker untuk tempat air, kalau seperti kejadian kemarin kita kan jadinya hanya berdoa saja bisanya, semoga hujan turun,” ujarnya.

Bilang juga menanyakan apakah gedung DPRD juga memiliki bunker air?

“Coba saja ditanya dengan dewan yang terhormat, bapak, ibu yang menggunakan gedung di sana bekerja ngerasa aman atau tidak? Selama ini kita ngurusin dan ngecek gedung orang, tapi melupakan gedung sendiri,” imbuhnya.

Gedung Plaza Pemkot ini sendiri, kata Nauli desainnya ada tetapi ternyata kosong. Dengan kata lain, perencanaan benar tapi maintenance kosong, jadi secara keseluruhan harus selalu dicek seminggu sekali apakah airnya ada di dalam bunker tersebut, kalau tidak ada harus diisi ulang.

Menurutnya, gedung-gedung pemerintah yang ada baiknya diaudit secara menyeluruh oleh dinas terkait yaitu Dinas Bangunan dan Permukiman (Disbangkim) akan tetapi ini perlu didukung anggaran APBD dan pemeriksaannya dilakukan secara bersama-sama, misalnya kata dia, di kantor- kantor kelurahan dan kecamatan yang besar-besar itu perlu dibuatkan bunker air.

“Mestinya di kantor-kantor kelurahan dan kecamatan yang baru harusnya dibuatkan bunker untuk hydrant air, kan, itu diwajibkan, apa berarti orang lain harus aman sementara kita tidak boleh aman?” tutupnya. (dns)

Be the first to comment on "Aneh, Gedung Publik Dicek Izin SLF-nya, Gedung Sendiri Diabaikan?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*