DPRD Minta Dishub Kota Bekasi Kaji Ulang Uji Coba Bajaj

BEKASIMEDIA.COM – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan, Jumat (14/10) menanggapi persoalan uji coba moda transportasi Bajaj yang dilakukan pemerintah kota Bekasi. Sebelumnya komisi B DPRD kota Bekasi juga sudah menyatakan kepada Dishub untuk mengkaji ulang dan mendalami lebih jauh terkait dampak yang akan timbul kemudian. Apalagi DPRD sering kali menginginkan adanya diskusi bersama membahas rekayasa lalu lintas dan sistem transportasi di kota Bekasi, akan tetapi sampai saat ini sulit untuk bisa bersinergi.

Kurniawan menjelaskan setidaknya ada 2 perspektif mendasar yang perlu dikaji pemerintah kota Bekasi sebelum memutuskan layak tidaknya moda transportasi bajaj menjadi alternatif bagi masyarakat.

“Setidaknya ada 2 perspektif pendekatan terkait dengan bajaj ini, pertama perspektif moda transportasi dan kedua perspektif ekonomi,” ujarnya.

Prinsip dasar moda transportasi publik kata dia adalah meningkatkan aksestabilitas dan mobilitas  warga, oleh karena itu Dishub harus melakukan kajian mendalam terkait efektivitas moda transportasi bajaj.

“Ini bisa dikomparasikan dengan moda angkutan kota dan lain-lain, analisis kepadatan Lalin, dan kajian mengenai pola pergerakan masyarakat di kota Bekasi. Jadi jangan asal diizinkan masuk, tapi ada kajian komprehensif,” tegasnya.

Melihat fenomena ojek online, angkot yang diremajakan dan fakta bahwa pengguna angkot tidak sebanyak dahulu, ada gap secara ekonomis, ditambah lagi masuknya bajaj, kata dia, tentunya pasti akan ada kompetisi baru.

“Yang pasti, panjang jalan di Bekasi tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan, perlu banyak pertimbangan perihal moda transportasi intercity ini, saya lebih cenderung Pemkot lakukan kajian juga soal rekayasa Lalin dan buat terobosan infrastuktur-infrastruktur besar untuk mengurai kemacetan,” tutupnya. (Nis)

Be the first to comment on "DPRD Minta Dishub Kota Bekasi Kaji Ulang Uji Coba Bajaj"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*