Damkar Akan Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran bagi SKPD

BEKASIMEDIA.COM – Kepala kantor Pemadam Kebakaran kota Bekasi, Teddy Hapni, menanggapi terkait sosialisasi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) gedung gedung yang ada di kota Bekasi. Ia mengatakan, sampai saat ini baru 8 gedung yang sudah memiliki SLF seperti yang pernah diutarakan oleh Nurdin Manurung, Kabid Wasdal Pemanfaatan Lahan dan Bangunan pada acara sosialisasi Izin Pembuatan Bangunan (IPB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) di Hotel Aston Bekasi Barat pada (9/8). Menurutnya, SLF itu di bawah kendali Dinas Tata Kota dan pihaknya hanya membantu terkait fasilitas alat pemadam kebakaran.

Teddi mengatakan, baginya yang penting bangunan tersebut sudah memenuhi sisi kelayakan seperti kelengkapan alat pemadam kebakaran yang sudah direkomendsikan oleh Dinas Tata Kota Bekasi. Pihaknya bersama tim SLF akan membuat rencana kedepan secara mandiri dan melakukan pengawasan secara ketat di kota-kota besar, seperti Jakarta untuk membuatkan stiker peringatan di tiap gedung yang ada di kota Bekasi, “Gedung ini sudah memenuhi standard SLF”

“Jika terjadi pengabaian oleh pengusaha atas gedung gedungnya kami akan melakukan teguran dan pemeriksaan bahkan hingga membuat stiker peringatan yang berbunyi “Gedung ini tidak memiliki standar keselamatan yang baik” hingga teguran peringatan selanjutnya,” katanya pada Rabu, (5/10) saat ditemui usai mengikuti Paripurna DPRD kota Bekasi .

Terkait insiden kebakaran di gedung BPPT akibat korsleting listrik kemarin ia juga mengakui bahwa standard keselamatan bangunan yang ada masih lemah, namun demikian pihaknya (Damkar) pekan depan akan melakukan simulasi pelatihan kepada seluruh SKPD sesuai dengan instruksi Walikota untuk menyiapkan alat pemadam dan orang yang akan dilatih untuk tanggap bencana. “Masing masing tim SKPD kita minta 3 orang untuk dilatih agar memiliki kemampuan mandiri dalam menanggulangi bencana kebakaran,” imbuhnya, “kalau menunggu petugas pemadam kebakaran akan perlu waktu, oleh karenanya Damkar nantinya akan melatih semua SKPD yang ada, dengan perwakilan 3 orang untuk dilatih memiliki kemampuan dalam penanggulangan bencana kebakaran, sehingga mereka nantinya lebih siap jika terjadi lagi kebakaran,dan kita juga akan sumbang alat pemadamnya” sambungnya.

Diakui Teddi sejauh ini pihaknya melakukan audit dan pemeriksaan terhadap gedung-gedung lama pemerintah bekerjasama dengan pihak, Tata kota, BPBD, Dinas Sosial (Tagana), pihaknya juga sudah mengajukan permohonan kepada pemerintah provinsi Jawa Barat untuk pengadaan 1 unit mobil pemadam kebakaran dengan spesifikasi tangga yang hingga mencapai 40 meter.

Menyinggung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang nantinya akan menjadi dinas sendiri, Dinas Pemadam dan Penyelamatan, Teddi menyambut baik perubahan tersebut karena pelayanan kepada masyarakat akan semakin maksimal. Pihaknya berencana menambah UPTD, untuk 2 kecamatan 1 UPTD paling tidak pendataan terhadap obyek gedung-gedung vital dapat lebih terdeteksi dan terdata dengan baik sehingga kita bisa ditanggulangi secepat mungkin penanganannya. (NIS)

Be the first to comment on "Damkar Akan Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran bagi SKPD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*