Semar dan Cepot jadi Google Doodle untuk Kenang Maestro Wayang, Asep Sunandar

 

 

Bekasimedia- Sabtu (3/9/16) ini, Anda yang kebetulan membuka laman mesin pencari Google akan disuguhi Doodle sosok Semar dan Cepot, dua tokoh pewayangan yang biasa dimainkan maestro wayang, Asep Sunandar Sunarya. Semar digambarkan sebagai tokoh wayang berperut buncit, berkulit putih, biasa memakai sarung  motif kotak-kotak dan punya kuncung. Sementara Cepot adalah tokoh berkulit merah dengan gigi depan menonjol juga dengan sarung dislempangkan di bahunya.

Hari ini, Google pun mengenang hari lahir sang maestro wayang golek. Asep Sunandar  lahir pada 3 September 1955 di Bandung dan wafat pada tahun 2014.

Karakter Cepot dan dalang kenamaan Asep Sunandar memang sulit dipisahkan. Asep sunandarv berhasil membuat cepot menjadi ikon wayang yang dikenal masyarakat luas. Cepot sering kali diceritakan sebagai tokoh bodor (jenaka) namun selalu membawa pesan-pesan kebaikan dalam tiap lakonnya.

Berbagai prestasi diraih Asep Sunandar sejauh perjalanan berkaryanya melalui kesenian wayang golek, seperti anugerah Satya Lencana Kebudayaan pada tahun 1995, bahkan pernah melenggang ke Amerika Serikat sebagai duta kesenian. Pada 1993, Asep Sunandar juga pernah diminta menjadi dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette, Charlevile, Perancis. Asep mengajar selama dua bulan dan sempat dianugerahi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis.

Selain tampil di berbagai wilayah di tanah air, ia dan lakon-lakon wayangnya yang terkenal pernah juga tampil di luar negeri antara lain di Belgia, Inggris, Belanda, Swiss hingga Perancis. (anr/dari berbagai sumber)

Be the first to comment on "Semar dan Cepot jadi Google Doodle untuk Kenang Maestro Wayang, Asep Sunandar"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*