Demam Berdarah: Kenali Penyebabnya Hindari Penyakitnya

Penyakit Demam berdarah

Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Demam dengue juga disebut sebagai “breakbone fever” atau “bonebreak fever” (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian.

Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Jumlah Kasus

Munculnya angka kematian menunjukan bahwa DBD masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang ada di Indonesia. Hal ini juga tidak terlepas dari kenyataan bahwa Indonesia merupakan daerah tropis dimana DBD banyak di temukan di daerah tropis dan maupun sub-tropis. Virus dengue menyebar di negara tropis berkaitan dengan variasi tingkat curah hujan, perubahan suhu, dan perpindahan penduduk. Virus dengue (Dengue Haemorrhagic Fever) sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1950 di Philipina dan Thailand*.

Sedangkan di Indonesia, data menunjukan bahwa pada akhir Januari lalu Kementerian Kesehatan menyatakan masih ada 107 kabupaten yang melaporkan serangan DBD dengan 1.669 kasus. Dari daerah tersebut tercatat 22 penderita meninggal dunia, sehingga rata-rata angka kematian DBD pada Januari 2016 adalah 1,3 persen**.

Nyamuk Aedes Aegypti

Untuk mencegah DBD terjadi kepada keluarga yang kita sayangi, ada baiknya kita mengenali lebih lanjut ciri-ciri Nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan perantara yang menularkan penyakit ini kepada manusia. Karena satu gigitan dari nyamuk ini akan berakibat fatal bagi kita maupun keluarga yang kita sayangi.

Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti :

1. Berwarna hitam dengan loreng putih (belang-belang berwarna putih) di sekujur tubuh.
2. Bisa terbang hingga radius 100 meter dari tempat menetas.
3. Nyamuk betina membutuhkan darah setiap dua hari sekali.
4. Nyamuk betina biasa menghisap darah pada pagi hari dan sore hari.
5. Senang hinggap di tempat gelap dan benda tergantung di dalam rumah.
6. Umur nyamuk rata-rata 2 minggu. Tapi sebagian dapat hidup sampai 2-3 bulan terutama jika berada dalam suhu 24◦C -28◦C dan kelembapan 60%-80%

● nyamuk Aedes Aegypti

dbd

Penularan

Penularan DBD dapat diawali oleh berpindahnya virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Awalnya nyamuk akan menggigit orang yang sudah terinfeksi virus. Kemudian sekitar 10 hingga 12 hari berikutnya, virus menyebar ke kelenjar saliva (air liur) nyamuk tersebut. Lalu nyamuk itu akan menginfeksi orang lain dengan mengigitnya.

Dengue juga dapat disebarkan melalui produk darah yang telah terinfeksi dan melalui donasi organ. Jika seseorang dengan dengue mendonasikan darah atau organ tubuh, yang kemudian diberikan kepada orang lain, orang tersebut dapat terkena dengue dari darah atau organ yang didonasikan tersebut. Virus dengue juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya selama kehamilan atau ketika anak tersebut dilahirkan. Dengue biasanya tidak ditularkan dengan cara-cara lain.

Pencegahan

Penularan DBD dapat dicegah dengan ikut mengendalikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Cara ini dapat kita lakukan sendiri dengan menjaga selalu kebersihan sanitasi dan lingkungan. Langkah yang dapat kita lakukan sendiri adalah :

1. Tiga (3) M ; yaitu Menutup, Menguras, dan Mengubur. Menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi dan mengubur barang-barang yang tidak terpakai. Larva nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu, perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang menampung genangan air.

2. Jaga kebersihan rumah dan sekitarnya ; Jangan membiarkan rumah dalam kondisi lembab tanpa ada cahaya masuk. Jangan menumpuk dan menggantung pakaian dalam waktu yang lama serta rajinlah memangkas/merawat semak/tanaman di halaman rumah.

3. Memakai obat anti nyamuk ; Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk. Menggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

4. Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.

Diatas adalah beberapa tips yang dapat kita lakukan sendiri untuk menangkal penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, menurut Heri Susanto selaku Managing Director dari PT Rentokil Indonesia memberikan saran bahwa apabila daerah anda sudah termasuk kategori tinggi rawan nyamuk, anda dapat dengan segera menghubungi pengurus di lingkungan rumah untuk melakukan fogging (penyemprotan). Namun fogging hanya merupakan penanganan jangka pendek, dan jika anda ingin melindungi rumah dan area anda dari gangguan nyamuk secara efektif dengan perencanaan solusi jangka panjang yang matang anda bisa memanggil jasa pengendalian hama profesional untuk melakukan pengendalian nyamuk secara terpadu.

*http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/
**http://health.kompas.com/

Be the first to comment on "Demam Berdarah: Kenali Penyebabnya Hindari Penyakitnya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*