Mantan Rektor Unisma: Penundaan DAU adalah Konsekuensi Bersama

Bekasimedia – Direktur PKMS yang juga mantan Rektor Universitas “45” (Unisma) Kota Bekasi Haris Budiyono menyoroti kebijakan fiskal pemerintah pusat lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.125/PMK.07/2016 tentang penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berimplikasi pada APBD kota Bekasi sebesar 178 miliar rupiah seperti yang diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Widodo pada Selasa, (30/8).

Haris mengimbau semua pihak harus menerima konsekuensi yang ada, apalagi ini adalah langkah kebijakan fiskal pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan.

“Hendaknya semua pihak menerima hal ini sebagai sebuah konsekuensi, persoalan penyesuaian anggaran di lembaga swasta hal yang sudah biasa terjadi, untuk lembaga pemerintahan perlu semakin adaptif terhadap potensi ketidakpastian yang bisa saja terjadi setiap saat ” ujarnya Selasa (30/8).

Namun demikian Haris mengatakan hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah antara lain; pertama, semua harus menerima kebijakan ini sebagai konsekuensi bersama. Kedua, tentukan dahulu parameter keputusannya dan jangan dulu langsung ke mata anggaran.

Lebih lanjut Haris menambahkan, sebaiknya lakukan reinventarisasi kegiatan-kegiatan yang sudah dan belum berjalan, dengan begitu dapat dilihat secara cermat mana yang perlu dilakukan efisiensi. “Utamakan agar ada jaminan pengeluaran untuk gaji terbayarkan, yang perlu dikurangi ya beberapa kegiatan dinas, misalnya biaya perjalanan dinas. Ini sebuah pembelajaran penting untuk membangun sinergi kolaboratif antara TAPD dengan kelembagaan terkait di DPRD. Jangan sampai berlarut pembahasannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD, Widodo saat ditanya apakah dalam pembahasan penyesuaian anggaran APBD 2016 akan menyasar juga pada lembaga eksekutif? Dirinya hanya menjawab masih dalam pembahasan TAPD.
“Masih dalam pembahasan TAPD,” tegasnya. (dns)

Be the first to comment on "Mantan Rektor Unisma: Penundaan DAU adalah Konsekuensi Bersama"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*