Distako Sosialisasi SLF, DPRD Sayangkan tak Diundang

Bekasimedia – Anggota DPRD kota Bekasi dari komisi B Muhammad Kurniawan mengomentari terkait kegiatan sosialisasi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) yang dilakukan oleh Dinas Tata Kota Bekasi kemarin (9/8) di Hotel Aston bersama pengusaha dan aparatur pemerintah daerah.

Kurniawan sangat setuju sosialisasi SLF ini dilakukan oleh dinas terkait agar masyarakat bisa lebih memahami kondisi layak huni dan fungsi suatu bangunan. Hal itu ia sampaikan di gedung DPRD kota Bekasi, Rabu (10/8).

“Kegiatan ini sangat bagus dan positif agar kita bisa memahami regulasi yang ada,” ujarnya.

DPRD kota Bekasi menyayangkan kepada pihak panitia yang tidak mengundang khususnya komisi B sebagai mitra kerja dinas tata kota, terlebih lagi dalam menjalankan fungsi pengawasan dewan juga berpedoman pada regulasi yang ada khususnya terkait dengan SLF dan dalam beberapa sidak terkait dengan bangun gedung, masalah SLF ini juga mencuat, setidaknya ada penyamaan persepsi tentang regulasi yang ada.

“Saya sangat menyayangkan kenapa kita tidak diundang dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai anggota DPRD komisi B, dan kita juga sering berapa kali sidak bareng dinas tata kota, paling tidak agar ada penyamaan persepsi kita,” ujarnya.

Terkait sanksi yang akan dikenakan bagi bangunan atau gedung yang tidak memiliki Sertifikat Layak Fungsi, Kurniawan mengatakan bahwa saat ini belum ada regulasi yang detail.

“Memang tidak ada sanksi yang spesifik terkait dengan pelanggaran SLF ini baik pada Perda 17 tahun 2011 maupun di Perwal 61 tahun 2015. Oleh karena itu fungsi pengawasan dari dinas sebagai regulator harus kuat dan konsisten dan perlu juga adanya kesadaran bersama, bahkan kedepan perlu diatur terkait dengan sangsi jika bangunan gedung belum memiliki SLF, karena ini menyangkut aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.” tutupnya. (dns)

Be the first to comment on "Distako Sosialisasi SLF, DPRD Sayangkan tak Diundang"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*