Peran Mahasiswa Terhadap Pembangunan Daerah

Pendidikan merupakan sektor yang cukup vital bagi perkembangan daerah, kualitas pendidikan yang memadai menjadi salah satu parameter untuk perubahan positif suatu daerah yang berarti semakin tinggi kualitas pendidikannya maka dapat diprediksi akan semakin baik pula perkembangan daerah karena telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan terdidik.

Salah satu sektor pendidikan yang sangat vital bagi suatu daerah adalah pendidikan tinggi atau perkuliahan, di mana dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi atau lebih dikenal dengan sebutan mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dari perkuliahan untuk membantu perkembangan daerahnya.
Mahasiswa, Sebagai kalangan akademis memiliki peran tersendiri di kalangan masyarakat. Mahasiswa merupakan salah satu harapan jangka panjang bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan daerah sekitarnya menjadi lebih baik. Karena mahasiswa adalah ujung tombak perubahan bangsa kita ke arah yang lebih baik dan pernyataan ini menjadi satu bukti ketika kita melihat sejarah bangsa ini dimana sebagian perubahan besar yang ada di negara ini dimulai oleh mahasiswa atau pada saat itu dikenal sebagai pemuda-pemudi Indonesia, yang berperan penting dalam perubahan bangsa hingga terlahirlah sumpah pemuda yang merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dan sebagainya serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.
Berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang merupakan tiga pilar dasar pola pikir dan menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual di negara ini. Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri meliputi Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan dan Pengabdian pada Masyarakat.
Mahasiswa sebagai kaum intelektual bangsa yang menduduki 5 persen dari populasi warga negara Indonesia berkewajiban meningkatkan mutu diri secara khusus agar mutu bangsa pun meningkat padaumumnya dengan ilmu yang mereka pelajari selama pendidikan di kampus sesuai bidang keilmuantertentu. Mahasiswa dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sehingga ketika mahasiswa melakukan segala kegiatan dalam hidupnya, semua harus berdasarkan pertimbangan rasional, bukan emosional. Itulah yang disebut kedewasaan mahasiswa.
Setelah mendapatkan pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu yang mereka kuasai melalui proses pendidikan di perguruan tinggi harus di implementasikan dan di aplikasikan dengan baik. Salah satunya dengan langkah ilmiah, seperti melalui penelitian. Penelitian mahasiswa bukan hanya akan mengembangkan diri mahasiswa itu sendiri, namun juga memberikan manfaat bagi kemajuan peradaban dan kepentingan daerah sekitar dalam menyejahterakan masyarakatnya. Selain pengembangan diri secara ilmiah dan akademis,mahasiswa pun harus senantiasa mengembangkan kemampuan dirinya dalam hal softskill dan kedewasaan diri dalam menyelesaikan segala problematika yang ada di sekitarnya. Mahasiswa harus mengembangkan pola pikir yang kritis terhadap segala fenomena yang ada dan mengkajinya secara ilmiah.

Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa adalah yang paling dekat dengan rakyat dan memahami secara jelas kondisi masyarakat sekitarnya. Kewajiban sebagai mahasiswa menjadi front line dalam masyarakat dalam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah terhadap rakyat karena tidak sedikit keputusan pemerintah di masa ini yang sudah terkontaminasi oleh berbagai kepentingan politik tertentu dan kita sebagai mahasiswa yang memiliki mata yang masih bening tanpa ternodai kepentingan-kepentingan serupa mampu melihat secara jernih, melihat yang terdalam dari yang terdalam terhadap intrik politik yang tidak jarang mengeksploitasi kepentingan rakyat. Disini mahasiswa berperan untuk membela kepentingan masyarakat, tentu tidak dengan jalan kekerasan dan aksi anarkis seperti demonstrasi di jalanan, akan tetapi lebih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pendidikan, kaji terlebih dahulu, pahami, dan sosialisasikan pada rakyat, mahasiswa memiliki ilmu tentang permasalahan yang ada, mahasiswa juga yang dapat membuka mata rakyat sebagai salah satu bentuk pengabdian terhadap rakyat.

Pada akhirnya, diharapkan kepada seluruh mahasiswa untuk menyatukan pemikiran pemikiran ilmiahnya demi perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dengan cara mengadakan pengkajian ilmiah, riset, dan sosialisasi yang baik dengan pemerintah mengingat sangat banyak mahasiswa saat ini yang mengenyam pendidikan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan kepentingan masyarakat di sekitarnya yang berharap kepada para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah setempat.

President university cikarang
Oleh : Ahmad Zarqan, Mahasiswa Jurusan Information System, President University Cikarang

Be the first to comment on "Peran Mahasiswa Terhadap Pembangunan Daerah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*