DPRD: Revitalisasi bukan Sekadar Persoalan Perspektif Budaya, tapi juga Teknis dan Engineering-nya

Bekasimedia – Anggota komisi B DPRD kota Bekasi, Muhammad Kurniawan mengapresiasi langkah-langkah Dinas Tata Kota (Distako) yang berencana akan menjadikan pasar proyek Bekasi sebagai landmark-nya kota Bekasi yang merupakan identitas budaya lokal. Hal ini ia sampaikan di ruang kerjanya, gedung DPRD kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Margahayu, Bekasi Timur. Senin (8/8/16).

“Saya sepakat dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Tata Kota dan melakukan Forum Group Discussion, melakukan penelusuran penggalian sejarah kota Bekasi mendengar informasi dari para budayawan, menggali kultur budaya lokal, yang tujuannya tidak lain adalah untuk menumbuhkan identitas kota Bekasi,” katanya.

Kurniawan juga menekankan model identitas seperti apa nanti yang akan dimunculkan sebagai sebuah representasi kota tua yang sarat budaya,

“Identitas kota tua yang akan dimunculkan nanti akan seperti apa yang harus merepresentasikan budaya kota Bekasi?”

Lebih lanjut anggota komisi B DPRD dari Fraksi PKS ini juga menyarankan agar kajian awal ini jangan diperspektifkan macam-macam karena perlu banyak mendengarkan masukan dan informasi yang utuh dari berbagai kompetensi dan teknis.

“Saya pikir tema-tema diskusinya tidak hanya selesai pada soal identitas budaya lokal yang akan dikedepankan di wilayah tersebut, tapi juga perlu dipikirkan aspek teknis yang lainnya misal: aspek bangunan, aspek ini akan sangat bergantung dengan konsep budaya lokal apa yang akan dikedepankan, berapa prosentasi bangunan tua yang akan dipertahankan, kemudian bangunan-bangunan existing dan yang akan dibangun juga perlu menyesuaikan konsep tersebut, oleh karenanya jangan diperspektifkan sebagai budaya Pecinan, Betawi, tetapi kita perlu banyak mendengar dalam konteks ini,” paparnya.

Dalam perspektif pembangunan, menurut Kurniawan komisi B yang membidangi pengawasan infrastruktur menyarankan agar Distako juga mendalami hal teknis dan engineering.

“Kalau saya memandang dari perspektif pembangunan, sebagai anggota komisi B DPRD yang membidangi infrastruktur, bukan hanya dari perspektif budaya yang diperdalam tapi teknis dan engineering juga harus diperdalam,” ungkapnya.

Aspek teknis terkait dengan kondisi jalan dan rekayasa lalu lintas, kawasan proyek saat ini adalah kawasan perdagangan, bahkan kedepan akan ada bangunan rumah sakit di sekitar jalan Mayor Oking, di bagian Utara ada rel kereta api, kondisi lalin di jalan Juanda yang 2 arah menambah kesemrawutan pada waktu-waktu sibuk, nah, aspek ini juga perlu diperbaiki, alur kendaraan, konsep parkir, pengaturan pulau-pulau jalan, pedestrian, bahkan jika mungkin ada ruang terbuka, hal ini perlu koordinasi lintas SKPD, bukan hanya Dinas tata kota,” terangnya lebih jauh.

Dalam waktu dekat komisi B akan memanggil Dinas Tata Kota untuk memberikan penjelasan dan evaluasi awal sejauh mana wacana ini berkembang berdasarkan hasil kajiannya, dan harusnya dinas tata kota melibatkan komisi B untuk bersama mendalami dan mendengarkan aspirasi masyarakat terhadap rencana ini,” tutupnya. (dns)

1 Trackbacks & Pingbacks

  1. Hendiyanto's Blog

Leave a comment

Your email address will not be published.


*