Pengelola TPST Pertanyakan Kinerja TKK Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Bantargebang

Bekasimedia – Sebanyak 115 TKK (Tenaga Kerja Kontrak) dari Dinas Kebersihan DKI Jakarta yang mengaku dikirim ke TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi tidak mengetahui peran dan fungsi mereka.

“Kami tadinya bertugas di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sunter. Dipindahkan karena TPS Sunter ditutup sementara untuk kemudian dibangun Intermediet Facilities System (ITF) oleh Pak Gubernur DKI (Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok),” ujar salah satu dari mereka yang tidak mau disebut namanya pada Kamis (2/06).

Menurut pantauan di lokasi, para pegawai honorer ini berpakaian dinas kepegawaian, mereka berkelompok-kelompok kecil, ada yang terlihat santai dan asik bersenda gurau dan ada kelompok yang terlihat serius dengan obrolan sesamanya. Hal ini dilakukan di jam kerja.

Ketika dikonfirmasi dengan pihak PT. Godang Tua Jaya (GTJ) sebagai pengelola TPST Bantar Gebang, ternyata pihak PT GTJ pun tidak tahu tugas dan fungsi para pegawai TKK DKI tersebut.

“Kami tidak tahu fungsi atas keberadaan para pegawai dinas kebersihan DKI ini, apalagi jumlahnya sampai 115 orang. Mereka dikirim ke sini tanpa kejelasan maksud dan tujuan, lihat saja apa yang mereka lakukan hanya ngobrol dan duduk saja, di saat jam kerja di mana semua pegawai Kami sedang bekerja, semacam pemborosan APBD saja”, ungkap Douglas, Manajer Pengelolaan PT GTJ, saat ditemui di kantornya.

Douglas menjelaskan, mereka tadinya bertugas di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sunter. Dipindahkan karena TPS Sunter ditutup sementara untuk kemudian dibangun Intermediet Facilities System (ITF) oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dua tempat pengelolaan sampah alternatif di Jakarta, yaitu di Sunter dan Cilincing.(k)

Be the first to comment on "Pengelola TPST Pertanyakan Kinerja TKK Dinas Kebersihan DKI Jakarta di Bantargebang"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*