BPJS Kesehatan Kota Bekasi Bantah Pengguna BPJS Ditelantarkan di Rumah Sakit

Bekasimedia – Usai menghadiri rapat Pansus LKPJ di lantai 3 Gedung DPRD, Jum’at, (20/5/16) siang, Kepala BPJS Kesehatan KCU Kota Bekasi Siti Farida Hanoum mengomentari terkait adanya penelantaran pasien pengguna manfaat BPJS di rumah sakit, dirinya membantah adanya penelantaran oleh rumah sakit.

“Kalo diterima pelayanannya sih diterima, cuma yang menjadi masalah sekarang kan ketersediaan tempat tidur kan terbatas akibat pasien DBD saat ini kan membludak yang berakibat pada kurangnya ketersediaan tempat tidur, sehingga pasien itu tidak langsung masuk ke ruangan tempat tidur tapi langsung di monitoring keruangan IGD dan kalo di rumah sakit tersebut memang ful  biasanya diberikan rujukan,” bantahnya.

Menunggu proses rujukan biasanya keluarga pasien yang kurang sabar lalu rumah sakit dianggapnya menelantarkan, saya yakin semua rumah sakit sudah memberikan komitmennya dalam hal pelayanan sekalipun pasien diruang IGD tetap masih mendapatkan pelayanan, nanti jika sudah ada yang keluar barulah dipindahkan keruangan rawat inap.

Adapun terkait adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan masyarakat menuntut pelayanan yang ekstra karena masyarakat merasa harus menaggung kenaikan iuran tersebut, Hanum juga menjelaskan bahwa akan ada perbaikan perbaikan pelayanan kedepannya dari BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya Kasum, seorang pasien pengguna BPJS Kesehatan memuntahkan kekecewaannya kepada media, pasalnya setelah hampir 2 tahun ikut mengiur BPJS namun tidak bisa dipakai saat mau digunakan untuk mengcover biaya pengobatan istrinya yang hendak mengecek darah dan penyakit bagian dalam. (dns)

Be the first to comment on "BPJS Kesehatan Kota Bekasi Bantah Pengguna BPJS Ditelantarkan di Rumah Sakit"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*