Direktur CBA: Pengadaan Incenerator Sejak Awal Dirancang untuk Dikorupsi

Bekasimedia – Direktur CBA (Center for Budget Analysis), Uchok Sky Khadafi menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang kurang lihai dalam menangani kasus dugaan korupsi pengadaan alat penghancur limbah medis (Incenerator) yang saat ini sedang mereka tangani.

Hal tersebut menurutnya dapat terlihat dari penetapan tersangka oleh Kejari Cikarang yang hanya menyentuh pada tingkatan SKPD. Terjadinya korupsi pada kasus tersebut dalam proses pengadaan (lelang ataupun penunjukkan langsung_red), kata dia hanyalah ujung mata rantai korupsi yang sistemik.

“Kejari Cikarang harus lihai dalam melihat kasus ini (incenerator), dengan menerjemahkan bahwa pengadaan incenerator ini sejak awal (proses perencanaan) sudah dirancang untuk dikorupsi,” ujar Uchok kepada media, Rabu (18/05).

Kata Uchok, proyek pengadaan yang bernilai Rp 2,5 Milyar ini, tidak bisa muncul begitu saja dalam APBD Perubahan (ABT) Kabupaten Bekasi 2013 tanpa sebab ataupun alasan yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan perundangan yang berlaku.

“Ini (pengadaan incenerator_red) sama saja seperti program siluman. Saat APBD murni 2013 tidak ada, kok tiba-tiba dianggarkan di APBD Perubahan 2013?” paparnya.

Lebih jauh Pengamat Anggaran Politik ini mendesak Kejari Cikarang untuk segera memanggil Bupati Bekasi beserta Ketua DPRD Kabupaten Bekasi yang saat itu menandatangani APBD Perubahan Kabupaten Bekasi 2013 untuk diperiksa demi memperoleh informasi yang utuh dan akurat.

Selain itu Kejari Cikarang, tambahnya, juga harus mengetahui bahwa kerangka perencanaan pengadaan incenerator ini hanya diketahui beberapa orang saja.

“Bupati Bekasi dan Ketua DPRD harus segera diperiksa sebagai pihak yang bertanggung jawab saat pembahasan anggaran,” tegasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Yusnaniar yang merupakan Kuasa Hukum MSB mengatakan, langkah Kejari Cikarang dalam menangani kasus ini belumlah tepat. Hal tersebut menurutnya terlihat pada sempitnya area pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejari Cikarang.

“Seharusnya Kejari Cikarang juga memeriksa pihak rekanan, pengusaha dan juga yang memberi dana aspirasi,” ucapnya singkat.

Sebelumnya diberitakan bahwa anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi asal Fraksi Demokrat yang berinisial ‘TM’ diperiksa oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cikarang, Kabupaten Bekasi, sebagai saksi dalam pengadaan incenerator. (tian)

Be the first to comment on "Direktur CBA: Pengadaan Incenerator Sejak Awal Dirancang untuk Dikorupsi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*