Alih-alih Wisatawan, Bus "Wisata" City Tour Jakarta Didominasi Penumpang Pekerja

Bekasimedia- Keberadaan Bus City Tour Jakarta memang menjadi sarana yang asyik dan mumpuni bagi masyarakat jika ingin berkeliling Jakarta, apalagi bus ini tidak berbayar, alias gratis. Bus City Tour Jakarta sendiri merupakan salah satu ikon Ibu Kota. Bus ini telah beroperasi sejak 2014 silam dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat. Bus ini ditujukan untuk seluruh warga, baik itu yang berada di dalam atau luar Jakarta jika ingin berwisata mengelilingi ibu kota.

Namun keberadaanya saat ini lebih banyak dimanfaatkan oleh para pekerja dan karyawan daripada wisatawan sebagai pengguna utama. Perannya sebagai bus wisata kini patut dipertanyakan karena pada kenyataanya para penumpang yang naik bukan lagi warga yang akan berwisata, melainkan didominasi para pekerja kantoran.

Salah satunya Asep Kurniawan (28) yang bekerja di Sarinah, Jakarta Pusat memanfaatkan keberadaan bus City Tour untuk membawanya menuju Stasiun Juanda ketika jam pulang bekerja, “sering naik bus ini setiap pulang bekerja karena gratis, jadi, tidak perlu ongkos untuk ke Stasiun Juanda,” ujarnya sambil tersenyum.

Kebanyakan dari pekerja yang menaiki bus ini merasa senang karena gratis dan tidak perlu berdesak-desakkan seperti di angkutan umum lainnya. Alasan lain juga diungkapkan Asep, mengapa dirinya memanfaatkan bus wisata ini, “ya karena searah juga. Jadinya, ikut naik saja, deh,” tuturnya.

Saat jam operasional kantor telah usai bus ini selalu ramai dinaiki oleh para karyawan dan pekerja kantoran. Kebanyakan dari mereka menunggu di Halte Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan Pasar Baru. Mayoritas akan turun di Halte Istiqlal untuk lanjut ke Stasiun Juanda dan sekitarnya. Akibatnya, warga yang ingin menikmati Bus City Tour untuk berwisata menjadi terganggu bahkan tidak mendapat tempat karena harus berjibaku dengan para pekerja tersebut.
Salah satunya ialah Rukmini (31), wanita asal Kampung Melayu yang mengajak kedua buah hatinya untuk berwisata menaiki City Tour, “saya dari Cawang mau jalan-jalan naik bus ini tetapi ramai sekali oleh para pekerja kantoran,” tuturnya kecewa.

Peran Bus City Tour sebagai sarana wisata mulai terpinggirkan, karena faktanya, justru lebih banyak para pekerja kantoran yang mendominasi dan menikmati sarana Bus City Tour dibandingkan para wisatawan itu sendiri.

Penulis: Awita Ekasari Larasati (AEL)
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

Gambar: venelova.com

Be the first to comment on "Alih-alih Wisatawan, Bus "Wisata" City Tour Jakarta Didominasi Penumpang Pekerja"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*