Petugas Pajak Bikin Kesal Anggota Dewan dari PDIP

Bekasimedia – Ketua Rw 22 perkampungan Kavling Bulak Macan, Wasimin merasa geram dengan perilaku petugas penarik pajak bumi dan bangunan (PBB) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bekasi, yang tidak teliti terkait data wajib pajak.

Pria yang juga anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan ini kesal, pasalnya petugas penarik pajak melakukan manipulasi data terkait objek pajak dan hal ini sering dikeluhkan warga Kavling Bulak Macan, Kelurahan Harapan Jaya.

“Tahun 2014, mereka petugas penarik pajak PBB masih betul soal data objek wajib pajak, tapi tahun ini dah mulai ngaco. Seperti contoh saya ditagih PBB tapi alamatnya salah, dalam penagihan alamat saya ditulis warga RT 03/08. Padahal sudah jelas-jelas saya Ketua RW 22,” ketusnya saat ditemui pada Kamis (21/4).

Tidak hanya itu saja, dirinya mendapatkan aduan warga soal pembayaran PBB yang dianggap ngawur dan tidak berdasarkan data akurat. Seperti ada tetangganya yang tinggal dirumah tipe 45, dikenakan pajak sekian juta. Sedangkan sebelahnya lagi yang rumahnya besar, dikenakan bayar pajak hanya ratusan ribu.

“Saya heran kok, sekarang data objek pajak warga bisa ngaco lagi, padahal tahun sebelumnya data itu valid dan benar. Ini, kan, aneh kalau bisa ada salah alamat begini. Dan ini terjadi bukan di wilayah tempat saya tinggal. Tapi wilayah Kecamatan lain juga mengadukan hal yang sama,” tambahnya.

Wasimin mencurigai ada permainan yang dilakukan petugas penarik pajak, sebab hal ini terbukti banyak objek pembayar pajak yang tidak valid datanya. Jika dibiarkan pastinya akan ada kebocoran pendapatan asli daerah dari pajak PBB.

Dirinya meminta pihak terkait, seperti Kelurahan, Kecamatan, atau UPTD Dispenda segera bertindak untuk memverifikasi ulang data wajib pajak yang tidak valid tersebut. Sebab jika dibiarkan tentu saja yang dirugikan masyarakat atas tindakan nakal oknum petugas penarik pajak. (*/dns)

Gambar: bisnis.liputan6.com

Be the first to comment on "Petugas Pajak Bikin Kesal Anggota Dewan dari PDIP"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*