Respon Banjir Baleendah dan Dayeuhkolot, PKPU Bandung Turunkan Tim Rescue

image

Bekasimedia – Hujan yang turun beberapa hari di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tepatnya pada hari Sabtu (12/3) dan Minggu (13/3) dini hari menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Bale Endah dan Kecamatan Dayeuh Kolot.

Koordinator Tim Rescue PKPU Bandung, Ridwan Hidayatulloh melaporkan bahwa titik banjir tersebar di beberapa kelurahan dan desa. Hal ini menyebabkan terputusnya akses jalan utama dan jalan penghubung sehingga warga harus menggunakan perahu dan pelampung.

Kondisi saat ini, banjir masih tinggi, hingga banyak menggenangi rumah warga dan sarana umum. Tinggi banjir bervariasi, paling tinggi mencapai 2,5 meter. Dilaporkan banyak warga yang terkurung di rumah dan tidak bisa mengungsi ke posko penampungan karena akses terputus.

“Selain menyiapkan makanan dan air bersih, kita juga melakulan evakuasi. Banyak warga yang terkurung di rumah mereka, tidak dapat mengungsi ke posko yang tersedia karena akses terputus akibat banjir. Mobil rescue PKPU akan standby untuk keperluan evakuasi wanita hamil dan keperluan medis mendesak lainnya,” ujar Ridwan.

Kiki Rejeki, Kepala Cabang PKPU Bandung menyampaikan bahwa TIM Rescue PKPU telah turun langsung ke lokasi dan akan memonitor perkembangan. “PKPU akan membuat shelter di lokasi strategis  sehingga logistik maupun tindakan penyelamatan akan lebih cepat didapatkan oleh warga di 2 kecamatan tersebut. Kita akan terus pantau situasi 10 – 15 hari kita akan persiapkan,” ujarnya.

Saat ini, didukung oleh relawan dan masyarakat, PKPU tengah melakukan evakuasi warga dan menempatkannya ke tempat-tempat penampungan  yang aman seperti sekolah dan masjid. Kecamatan Baleendah dan Dayeuh Kolot ini berjarak sekitar 15 km dari Kota Bandung. Terlihat, warga semakin banyak pindah menuju posko dan tempat penampungan.  Usep, salah seorang warga menyampaikan bahwa saat ini termasuk banjir yang parah. “Di rumah saya sebatas pinggang. Di RT 13 ada yang sampai setinggi genting,” lapornya.

Fadly Halim Hutasuhut menyampaikan bahwa informasi-informasi kebencanaan maupun aktifitas kemanusiaan lainnya harus segera disebarluaskan kepada masyarakat. ”Masyarakat kita sudah sangat melek dengan teknologi digital dan berbagai  aplikasi media sosial. Ini adalah sebuah modal yang bisa dimanfaatkan untuk menggugah  kepedulian masyarakat. Di saat sebagian besar kita sedang liburan, ternyata ada warga yang sedang dilanda bencana. Tidak bisa tidur dan harus mengungsi karena banjir. NGO seperti PKPU harus dapat memfasilitasi penyebaran informasi, penyadaran dan penggalangan maupun penyaluran donasi atau bantuan kepedulian dari masyarakat,” pungkas praktisi pemberdayaan masyarakat ini.

(Fadsupp/Putri/PKPU)

1 Comment on "Respon Banjir Baleendah dan Dayeuhkolot, PKPU Bandung Turunkan Tim Rescue"

  1. Semangat kawan PKPU, kejadian bencana banjir ini cukup parah di Bandung, mari kita semua yang bisa bergerak untuk membantu mereka

    Salam tanggap bencana – Relawan ACT

Leave a comment

Your email address will not be published.


*