DPRD: Apartemen yang Belum Keluar Izin Hanya Bisa Testing Market

wismaya-residence-.jpg-1

Bekasimedia – Tahun 2016 merupakan tahun infrastruktur di kota Bekasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan semakin pesatnya pembangunan di Kota Patriot.

Berbagai infrastruktur dibangun untuk menunjang dan mendukung pembangunan ekonomi dan investasi menjadi fokus utama bagi pemerintah kota Bekasi. Seperti halnya pembangunan menara apartemen di kota Bekasi dalam 3 hingga 4 tahun kedepan. Rencananya akan dibangun sekitar 300 blok apartemen baru, tentunya hal ini harus didasari oleh peraturan daerah yang sekaligus mendukung pembangunan tersebut.

Terkait adanya perusahaan pengembang yang sudah menuai unitnya sebelum ada progres perizinan dan tahapan-tahapannya, Sekretaris komisi B DPRD kota Bekasi, M. Kurniawan mengatakan, “perusahaan pengembang apartemen di Kota Bekasi hanya boleh melakukan testing market sebelum menjual unitnya,” tegasnya kepada Bekasimedia pada Kamis (4/3).

lebih lanjut Kurniawan menambahkan terkait peraturan daerah, dalam regulasinya, pengembang tidak boleh menjual tapi dia hanya boleh melakukan testing market saja.

“Ada progres perizinan, progres fisik, baru dia boleh melakukan penjualan unitnya,” tambahnya.

Kurniawan juga berharap adanya sosialisasi dan edukasi kepada calon customer terkait hal ini.

“Harusnya ada edukasi kepada konsumen, cuma yang ada di benak konsumen ini, kan jika kita beli unit apartemen sebelum jadi, kan, harganya jauh lebih murah ketimbang unit apartemennya sudah jadi,” kata Kurniawan lagi.

Akan tetapi, kata pria yang akrab disapa Maskoer ini, pengembang juga tidak pernah membuka, sampai sejauh mana perizinannya.

DPRD pun mengimbau kepada Pemerintah Kota Bekasi, “memang Law enforcement kita menjadi problem, makanya kemarin waktu diskusi terkait smart city saya sudah bilang, ini kalo begini-begini mampu tidak dijawab oleh smart city semua pendataannya clear, dinas dengan tupoksinya beda-beda, nah, inilah yang perlu kita perbaiki bersama.”

Kurniawan merasa perlu mendiskusikan lagi Raperda terkait hal ini.

“Pada tahapan tertentu dia hanya boleh melakukan testing market, pada tahapan tertentu dia sudah boleh menjual dan pada tahapan perizinan tertentu dia juga sudah boleh membangun, melakukan land clearing misalnya, jadi dia tidak boleh melakukan aktivitas teknis sebelum ini terpenuhi, jadi ini detail semuanya.” tutupnya . (dns)

Be the first to comment on "DPRD: Apartemen yang Belum Keluar Izin Hanya Bisa Testing Market"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*