Minta Ijin Salat, Ratusan Pekerja Ini Malah Dipecat

image
Bekasimedia – Sebuah perusahaan daging kemasan, Cargill Meat Solutions yang bermarkas di Kota Fort Morgan, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat telah memecat 190 karyawanya yang hendak meminta izin untuk melaksanakan salat.
Dilansir dari Denverpost, pekerja muslim yang mayoritas berasal dari Somalia ini dipecat karena melakukan demo kepada manajemen perusahaan yang melarang mereka salat di sela-sela pekerjaan.
Padahal, sebelumnya Cargill telah membuatkan mereka mushala dan mengizinkan para karyawan muslim ini untuk melakukan salat di sela-sela pekerjaan mereka.
Namun, belakangan ini perusahaan daging itu mengubah aturan karena jam kerja serta target produksi yang dinaikan.
“Sejak November lalu manajemen perusahaan menyuruh muslim agar salat dirumah saja,” kata Jaylani Hussein, Juru Bicara Dewan Hubungan Masyarakat Muslim Amerika (CAIR).
Husein pun menambahkan, bahwa CAIR kecewa akan putusan manajemen perusahaan karena pihaknya sedang mengupayakan mediasi lebih lanjut agar semua pihak memperoleh jalan tengah.
Selain itu, 190 karyawan yang hampir separuhnya adalah karyawan senior ini  telah dipecat dan diberhentikan tanpa pesangon pada 29 Desember lalu.
“Beberapa karyawan yang dipecat telah bekerja di pabrik selama 10 tahun,” ujar Hussein.
Disisi lain, Mike Martin selaku Juru Bicara Cargill mengatakan bahwa tidak ada larangan salat bagi pekerja muslim.
“Perusahaan mengizinkan salat, namun tidak lebih dari dua orang untuk satu waktu supaya target produksi bisa tercapai, sedangkan rombongan kerja Somalia yang jumlahnya lebih 200 orang ini kerap melakukan salat berjamaah,” kata Martin.
Martin juga menambahkan bahwa waktu salat selama 10-15 menit ini dimasukan dalam jam istirahat 30 menit sehari. (CJ2)

Be the first to comment on "Minta Ijin Salat, Ratusan Pekerja Ini Malah Dipecat"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*