Benarkah Upah yang Tinggi Berimbas Kaburnya Investor?

upah-buruh
Ini adalah sebuah pernyataan yang seringkali saya dapatkan ketika berdiskusi dan berdebat dengan berbagai orang dalam berbagai kesempatan. Baik secara langsung atau melalui media sosial dengan orang-orang yang tidak suka dengan aksi-aksi buruh untuk menuntut upah yang layak.

Hal itu pula yang seringkali disampaikan oleh para pengusaha atau pejabat pemerintah kepada para buruh. Namun benarkah ketika upah buruh naik signifikan maka investor tidak akan datang dan pabrik-pabrik akan tutup, pindah dan buruh akan dipecat? Mari kita tengok pernyataan tersebut.

Apakah benar-benar variabel atau faktor produksi semata-mata hanya upah buruh? Jika memang benar, maka pernyataan bahwa upah buruh yang naik akan membuat investor tak tertarik dan pabrik-pabrik akan tutup. Namun sayangnya variabel produksi bukan hanya semata soal upah buruh, ada beberapa variabel lain yang mempengaruhinya.

Pertama, sumber daya alam atau bahan baku. Ini adalah faktor penting bagi sebuah industri untuk membangun usahanya atau pabriknya. Pengusaha akan memperhitungkan membangun pabrik di lokasi yang dekat dengan bahan bakunya. Misalnya pabrik sepatu tidak akan membangun pabriknya jauh dari sumber bahan baku, tentunya untuk mempermudah dan memperlancar produksi.

Kedua, pasar. Kedekatan jarak antara pabrik dengan pangsa pasar adalah faktor lain yang juga menjadi perhitungan. Pabrik A tak akan memproduksi di satu daerah yang jauh dari pangsa pasarnya untuk memperingan biaya produksi.

Tenaga kerja tentu menjadi salah satu variabelnya. Kenapa pabrik sepatu dengan merk-merk dagang besar dunia dibuat di Tangerang? Karena tenaga kerja di sana mempunyai skil yang baik dalam membuat sepatu dengan berbagai pengalaman dan kedetailan dalam membuat sepatu sesuai dengan lisensi dan standar dari investor.

Kenapa pabrik sepatu tersebut tidak mau memindahkan pabriknya di daerah yang nilai upah buruhnya lebih murah dari pada di Tangerang? Tentu saja ketika memindahkan ke lokasi lain pabrik tidak akan dengan mudahnya mendapatkan tenaga kerja dengan skill dan pengalaman yang tinggi atau dekat dengan bahan baku produksi.

Belum lagi memindahkan satu pabrik akan memakan biaya yang sangat tinggi dan akan mengubah sistem produksi, tekhnologi, sumber daya, izin produksi dan berbagai hal lainnya.

Tahun 2015, upah paling besar adalah Kabupaten Karawang sebesar 2,9 juta, lebi tinggi dari Jakarta yang hanya 2,7 juta. Padahal kalau mau kita bandingkan, biaya hidup di Jakarta lebih tinggi dari pada Karawang.

Ternyata, menurut Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jawa Barat, Jhonny Andela, Pemprov Jabar dan Karawang harus mengantisipasi kemungkinan investasi di Karawang dan sekitarnya overload. Berbagai investor dari luar negeri terus berdatangan untuk menanamkan modalnya di Karawang. Tentu saja para investor telah memperhitungakan berbagai variabel tersebut di atas.

Jika Anda yang masih berpikir bahwa kenaikan upah buruh akan membuat pabrik pindah dan investor silakan Anda belajar lebih baik lagi tentang ilmu ekonomi. Karena perlu diingat, kenaikan upah juga akan berpengaruh pada naiknya tingkat daya beli masyarakat yang pada akhirnya akan membuat hasil produksi pabrik akan laku dan pengusaha akan mendapatkan keuntungan.

Mochamad Anthony, mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Tangerang

Source: http://kabarburuh.com/2015/10/29/benarkah-upah-yang-tinggi-berimbas-kaburnya-investor/

Image by: Google

Be the first to comment on "Benarkah Upah yang Tinggi Berimbas Kaburnya Investor?"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*