Suka Duka Relawan Koppaja Bekasi Asuh Anak Jalanan

relawan kopaja

Bekasimedia- Tidak mudah mengajak anak-anak yang sudah terbiasa hidup bebas di jalanan, untuk belajar bersama. Belum lagi mereka adalah anak-anak usia labil antara 9 hingga 15 tahun.

Meski tergolong belum terlalu lama aktif, terhitung sejak Desember tahun lalu aktivitas para relawan Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan (Koppaja) Bekasi mulai menggeliat lagi.

Koppaja sendiri adalah komunitas yang peduli terhadap pendidikan khusus anak-anak jalanan. Mereka yang diajak adalah anak-anak yang biasa mengamen di angkot-angkot atau ikut memulung bersama orangtuanya di belakang BCP dan Grand Mall, Bekasi Barat.

“Ada juga yang sekolah, tapi jarang. Alasannya macam-macam, tapi rata-rata terbentur biaya karena sering ditegur pihak sekolah,” ucap Krisna, Koordinator Koppaja kepada Bekasimedia pada Minggu (9/8/15).

Koppaja Bekasi mengakui saat ini masih sangat membutuhkan relawan. Hal itu seperti dituturkan oleh Ketua Koordinator Koppaja Bekasi, Krisna.
“Kebetulan Agustus ini kita lagi buka untuk relawan baru. Kadang anak-anak juga menanyakan, kok, nggak ada yang baru, begitu,”

Latar belakang relawan Koppaja sendiri beragam. Ada yang bekerja sebagai karyawan kontrak, guru hingga mahasiswa.

Jadwal mengajar anak-anak jalanan di Koppaja adalah setiap Sabtu dan Minggu. Sabtu di Kranji, dan Minggu di BCP. Jumlah relawan berkisar 16 orang. Sedangkan para pelajarnya berjumlah 40 lebih anak.

“Basecamp kita ada di Perumnas 1, buat kumpul relawan sama belajar aja, sebetulnya sih kita belum punya rumah singgah, ya, jadi kita pakai pelataran ruko yang lagi tutup buat kumpul-kumpul dan belajar,” lanjut Krisna.

Saat ditanya apa yang membuat Krisna dan para relawan mau bertahan mengajak belajar anak jalanan adalah karena niat dan kesabaran. Ia akui memang tidak mudah, tetapi ia dan para relawan malah akhirnya mengetahui ada sisi positif dari anak-anak tersebut yang mungkin luput dari pemikiran orang lain.

Meskipun kadang ada saja masalah serta minimnya perhatian dan bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait, mereka mencoba mendekati anak-anak jalanan agar anak-anak tidak sekadar bebas di jalanan tapi juga mempunyai pengetahuan dan skill lain untuk masa depan mereka.

“Di Koppaja kita ada pelajaran formal, non formal dan skill,” tutur Krisna.

Krisna berharap anak-anak tersebut punya masa depan yang baik dan pelan-pelan akhirnya bisa lepas dari aktivitas jalanan yang cenderung mengundang pendapat negatif dari orang. Ia pun berharap semoga lebih banyak relawan yang bergabung dengan Koppaja. (Anr)

Be the first to comment on "Suka Duka Relawan Koppaja Bekasi Asuh Anak Jalanan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*