Tentang Pasal Penghinaan, SBY: Jokowi Jangan Berlebihan

image

Bekasimedia – Kontroversi RUU pasal penghinaan presiden rupanya menjadi perhatian Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui akun twitter @SBYudhoyono, presiden RI keenam ini mengatakan Presiden Jokowi janganlah berlebihan, walaupun dirinya memiliki hak untuk menuntut seseorang yang menghinanya.

“Dalam demokrasi memang kita bebas berbicara dan melakukan kritik, termasuk kepada presiden, tapi tak harus dengan menghina dan cemarkan nama baiknya. Sebaliknya, siapapun, termasuk presiden, punya hak untuk menuntut seseorang yang menghina dan mencemarkan nama baiknya. Tapi janganlah berlebihan,” kicau SBY pada minggu (9/8).

Pada dasarnya, SBY menambahkan, hak dan kebebasan itu ada batasannya dan kekuasaan pun ada batasannya. Disatu sisi perkataan dan tindakan menghina, mencemarkan nama baik dan apalagi memfitnah orang lain termasuk kepada presiden, itu tidak baik.

“Di sisi lain, penggunaan kekuasaan (apalagi berlebihan) untuk perkara orang yang dinilai menghina, termasuk presiden, itu juga tidak baik,” kata SBY.

SBY meminta dan mengkaji pasal penghinaan presiden tersebut. Karena pasal penghinaan, pencemaran nama baik dan tindakan tidak menyenangkan tetap ada “karetnya”, yang artinya ada unsur subyektifitas.

“Penggunaan hak dan kebebasan, termasuk menghina orang lain, ada pembatasannya. Pahami universal declaration of human rights dan UUD 1945,” tukas SBY. (yp)

Foto: Google

Be the first to comment on "Tentang Pasal Penghinaan, SBY: Jokowi Jangan Berlebihan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*