Pemuda Bekasi Tuntut Kejari Usut 34 Perjalanan Fiktif DPRD

image

Bekasimedia – Perjalanan Dinas adalah perjalanan yang dilakukan pejabat negara atau lainnya guna mendapatkan informasi untuk proses keberlangsungan dan pengembangan dalam tata pemerintahan. Namun perjalanan dinas ini diduga disalahgunakan oleh para anggota DPRD kota Bekasi. Pada aksi demo yang berlangsung pagi tadi (4/8/15) para demonstran menuntut pihak kejaksaan agar segera mengusut kasus ini.

“Dalam proses menyelidikan saat ini mulai terlihat keanehan-keanehan saksi dan pelaku perjalanan dinas,” demikian paparan para pendemo seperti yang dikutip melalui pesan tertulis.

Dalam kasus ini para anggota dewan yang diduga melakukan perjalanan fiktif menampik soal bubuhan tanda tangan dan lain-lain. Namun pihak DPRD mengaku sudah mengembalikan dana perjalanan sekitar 237 juta rupiah.

“Di sini makin terlihat keplin-planan anggota DPRD Kota Bekasi yang mengaku tidak tahu tapi malah memulangkan uang tersebut,” lanjut para pendemo yang terdiri dari puluhan mahasiswa “Pemuda Bekasi”.

“Temuan BPK soal FPJ Fiktif perjalanan dinas anggota dewan ini jelas mengindikasikan ada oknum yang telah melakukan tindak pidana korupsi setelah di-kroscek oleh inspektorat dan kejaksaan negeri. Hal tersebut jelas melanggar UU no. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi,” ungkap salah satu pendemo. (JJ4)

Be the first to comment on "Pemuda Bekasi Tuntut Kejari Usut 34 Perjalanan Fiktif DPRD"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*