Warga Kabupaten Jadi Korban MOS di Kota Bekasi, Syamsul Falah Minta Sekolah Tanggung Jawab

asamsulBekasimedia – Evan Cristoper Situmorang, siswa SMP Flora Perum, PUP Blok B26 No. 07 Bekasi Utara Kota Bekasi, yang meninggal dan diduga akibat MOS, ternyata warga Kabupaten Bekasi dan beralamat di Perum PUP Sektor V Blok G7 No. 12B Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.

Perum PUP (Pondok Ungu Permai) memang daerah perbatasan antara Kabupaten dan Kota Bekasi. Sebagian blok di masuk wilayah Kota dan sebagian lainnya masuk wilayah Kabupaten Bekasi. Atas dasar ini, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bekasi Syamsul Falah, menyatakan sikap.

Dalam rilisnya kepada bekasimedia, Minggu (2/7/15) Syamsul Falah mengungkapkan turut berduka dan prihatin atas meninggalnya Evan Cristoper Situmorang yang diduga akibat dari Masa Orientasi Siswa (MOS) tanggal 07 s.d 09 Juli 2015.  Kepada pihak berwajib, Syamsul berharap agar betul-betul mendalami kasus ini dengan seksama.

“Jika kematian siswa ini memang disebabkan karena kegiatan MOS maka pihak sekolah mesti dimintakan pertanggungjawabannya,” kata Syamsul Falah.

Lebih lanjut, Syamsul Falah menjelaskan bahwa peristiwa ini harus dijadikan pelajaran berarti bagi kita semua agar MOS betul-betul dijadikan sarana yang baik untuk memberikan motivasi belajar para siswa bukan untuk meninggalkan kesan kekerasan, urakan dan dendam.

Sebelumnya, wakil rakyat yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Babelan, Tambun Utara dan sekitarnya ini mendapat laporan dari Lurah Bahagia, Kecamatan Babelan, H. Najmuddin bahwa Evan Cristoper Situmorang yang beralamat di Perum PUP Sektor V Blok G7 No. 12B Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi meninggal dunia tanggal 30 Juli 2015. Diketahui korban meninggal usai mengikuti MOS oleh SMP Flora Perum PUP Blok B26 No. 07 Bekasi Utara.

MOS yang dilakukan sekolah tersebut antara lain melaksanakan pengenalan lingkungan dengan cara berjalan berkeliling sekolah dan perumahan-perumahan sekitar sekolah dengan jarak kl 4 KM. Setelah kegiatan MOS pengenalan lingkungan tersebut, korban mengeluh kakinya sakit dan sulit digerakan. Korban tetap bersekolah walau kakinya terasa sakit, namun pada tgl 28 Juli 2015 LLD terjatuh di dalam kamar mandi sekolah dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat di Kaliabang Bekasi Utara. (*/eas)

Be the first to comment on "Warga Kabupaten Jadi Korban MOS di Kota Bekasi, Syamsul Falah Minta Sekolah Tanggung Jawab"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*