Di Depok, Nur Mahmudi Kedepankan Kerukunan Antar Umat Beragama

image

Bekasimedia – Depok adalah salah satu kota di wilayah Jabodetabek yang terus berkembang dan menjadi magnet bagi penduduk urban untuk menjadikan kota yang dipimpin oleh Nur Mahmudi Ismail ini sebagai tempat tinggal. Tak ayal, walaupun penduduk muslim mendominasi dan menjadi mayoritas, yang non muslim pun mendapat tempat.

Mayoritas muslim di Depok yang mengayomi non muslim yang minoritas tercermin dan tindakan walikotanya yang mengakomodir usulan dan menghadiri undangan warga non muslim. Seperti yang terlihat pada Minggu (12/7/15) lalu. Ditengah-tengah Ramadhan, Nur Mahmudi menghadiri dan meresmikan gedung baru Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Depok.

Menanggapi kejadian yang menimpa muslim di Tolikara Papua, Nur Mahmudi menyatakan bahwa warga negara yang tinggal di wilayah yang aman dari konflik patut bersyukur, “kita perlu banyak bersyukur hidup di kawasan yang aman. Menuntut kita berbuat lebih banyak lagi,” ujarnya.

“Semoga kerukunan umat beragama di negara Indonesia tercinta yang mengedepankan Bhineka Tunggal Ika ini tidak terpengaruh oleh ulah segelintir org yang tidak bertanggung jawab,” lanjutnya.

Menanggapi adanya surat edaran pelarangan ibadah umat muslim Tolikara dari sebuah organisasi Kristen, Nur Mahmudi menegaskan bahwa keputusan organisasi tidak boleh mengalahkan UUD 1945.

“Kita punya UUD 1945, keputusan organisasi harusnya tidak boleh mengalahkan UUD 45. Hal tersebut tidak boleh terulang kembali di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. (eas)

Be the first to comment on "Di Depok, Nur Mahmudi Kedepankan Kerukunan Antar Umat Beragama"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*