LAPAN: Lebaran 1436 H Mungkin Berbeda

image

Foto: @Kemenag_RI

Bekasimedia  – Awal Ramadhan 1436 H ini, Pemerintah dan ormas-ormas Islam, tak terkecuali Muhammadiyah sepakat memulainya di hari yang sama, namun untuk Idul Fitri, kemungkinan untuk berbeda itu ada. Hal ini diungkapkam Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Minggu (12/7/15).

Dikutip dari liputan6.com, Thomas menyatakan, tinggi hilal pada 16 Juli 2015 kurang dari 3 derajat. Untuk itu, hilal pada hari itu mustahil dirukyat, “Pada 16 Juli tinggi bulan di wilayah Indonesia secara umum kurang dari tiga derajat, secara astronomi itu mustahil bisa dirukyat.”

Menurut Thomas, dengan posisi itu maka sulit untuk bisa melihat hilal pada hari itu. Terlebih bila pengamatan juga terkendala oleh awan. “Mungkin kendala awan bisa minimal karena pada musim kemarau, tapi dengan posisi bulan itu secara astronomi tidak mungkin dirukyat,” ujar dia.

Dengan demikian, kata Thomas, kemungkinan penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri tahun ini berbeda sangat besar. Di satu sisi ada ormas Islam (Muhammadiyah) yang telah menetapkan kalender 1 Syawal pada 17 Juli.

Bagi yang berpatokan pada hilal atau hasil rukyat, menurut Thomas, kemungkinan besar akan menetapkan 1 Syawal pada 18 Juli 2015. Namun begitu, diharapkan bila ada perbedaan tersebut tidak menjadi permasalahan karena masing-masing memiliki alasan hukum yang kuat.

Dia menyebut Lapan akan mengamati hilal di Pekalongan dan berkoordinasi dengan jaringan pengamat hilal nasional bersama ITB, BMKG, Kominfo dan instansi lainnya.

Semua ormas Islam diharapkan tetap memiliki visi mewujudkan kalender tunggal yang mapan, termasuk dalam penetapan 1 Syawal.

“Dengan tetap punya visi mewujudkan kalender Islam yang mapan, bisa memberi kepastian waktu ibadah dan kegiatan sosial jangka panjang,” tutur Thomas.

Menurut Thomas, upaya-upaya itu harus dilakukan intensif sambil terus mengupayakan penyatuan kriteria. Langkah jangka pendek yang bisa dilakukan salah satunya menjadikan pemerintah sebagai otoritas tunggal.

Lebih lanjut ia menyebutkan dengan otoritas ada di pemerintah kalender Islam nasional bisa dikembangkan ke tingkat regional ASEAN, dan selanjutnya ke tingkat global. (*/eas)

Be the first to comment on "LAPAN: Lebaran 1436 H Mungkin Berbeda"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*